2021 : PENGEMBANGAN DESAIN STREET FURNITURE SEBAGAI SARANA KERJA OUTDOOR DARI BAHAN ALTERNATIF NON-KAYU DI KAMPUS ITS SURABAYA SEBAGAI UPAYA ANTISIPASI COVID 19.

Ir. Nanik Rachmaniyah

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Terkait perkembangan virus covid19 dewasa ini, timbul pemikiran untuk memunculkan pembuatan street furniture yang bersifat terbuka atau pemanfaatan lahan terbuka hijau di Kampus ITS Surabaya sebagai sarana kerja. Pemikiran ini disebabkan beberapa pendapat antara lain:’Dalam ruang tertutup yang begitu rapat tanpa aliran udara yang kuat untuk waktu singkat, saya khawatir Anda mungkin akan terpapar’, kata William Schaffner, seorang profesor penyakit menular di Vanderbilt University, US. Secara umum, risiko tertular virus jauh lebih rendah ketika anda berada di luar ruangan. Ini karena ada lebih banyak ruang bagi Anda untuk memisahkan diri dari orang lain, dan ada lebih banyak aliran udara alami. Selain itu, beberapa bukti menunjukkan sinar matahari juga turut andil, meski penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Sebuah studi di The Journal of Infectious Diseases juga menunjukkan bahwa 90 persen partikel virus corona dinonaktifkan dalam 10 menit ketika terkena sinar UV dari sinar matahari, menurut laporan dari HuffPost, UK. Di sisi lain, Kampus ITS mempunyai lahan hijau yang masih kosong sehingga berpeluang dengan gagasan ini. Menurut UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang dimaksud dengan Ruang Terbuka/Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang atau jalur atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ruang terbuka hijau adalah suatu ruang terbuka yang kawasannya didominasi oleh vegetasi baik itu pepohonan, semak, rumput-rumputan, serta vegetasi penutup tanah lainnya. Kawasan ini didirikan berdasarkan kebutuhan dan peruntukkan dalam wilayah tersebut. Tidak hanya untuk menjaga dan menyeimbangkan kondisi lingkungan atau ekosistem sekitarnya, tetapi juga menyediakan tempat untuk melakukan aktivitas sosial yang memadukan dengan estetika alam. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, pengertian ruang terbuka hijau adalah ruang memanjang/ jalur atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Lingkungan perkantoran atau gedung komersial yang memiliki berbagai kegiatan melelahkan dan padat dapat diatasi dengan adanya taman yang memberikan ketenangan dan kenyamanan. Penelitian ini berusaha memberikan jalan keluar terbaik dengan memunculkan gagasan perubahan cara kerja dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka dengan mennghasilkan furniture outdoor yang sesuai dengan kondisi yang ada. Perubahan sistem kerja juga dibarengi dengan fasilitas kerja, bentuk, ukuran dan warna yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal.