2021 : MODEL PERINGATAN DINI PERUBAHAN MUTU AIR DAN STRATEGI PENGELOLAAN MUTU AIR SUNGAI DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK

Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem Dipl.SE, M.Sc

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Permasalahan pencemaran sungai yang kompleks, dapat didekati dengan model sistem dinamik. Tujuan utama penelitian ini adalah membangun model untuk peringatan dini perubahan mutu air sungai yang didasari metode sistem dinamik. Model ini dibangun dari dua parameter pencemar air sungai yaitu BOD dan COD. Model peringatan dini perubahan mutu air sungai ditunjukkan oleh penurunan nilai DO menuju ke arah indikator berwarna merah yang mengindikasikan bahwa kualitas air sungai dalam kondisi tercemar berat. Model ini dapat berjalan dengan baik pada sungai dengan kondisi tanpa dipengaruhi oleh pasang surut. Langkah langkah yang perlu dilakukan dalam melaksanakan penelitian adalah sbegai berikut : l Melakukan analisis kondisi eksisting Sungai dan pembuatan model clustering daerah rawan pencemaran air dan model clustering sumber pencemar domestik. 2. Menentukan beban pencemaran dan menentukan kapasitas asimilasi sungai. 3. Membangun 7 sub model yang didasari metode sistem dinamik meliputi kependudukan, limbah pemukiman, limbah rumah makan, limbah hotel, limbah pasar, limbah tempat umum lainnya dan beban pencemaran. 4. Langkah keempat yaitu memvisualisasikan hasil simulasinya melalui dashboard Microsoft Power BI. Selanjutnya sub model dalam Langkah ke 3 mengenai beban pencemaran tersebut akan terintegrasi dalam model peringatan dini perubahan mutu air sungai. Berikut untuk simulasi parameter indikator DO di akhir periode simulasi, pada status mutu air tercemar sedang sebsar DO bernilai ≥ 2 – 4,4 mg/L Dari skenario strategi yang paling efektif untuk menurunkan beban pencemar dan meningkatkan nilai oksigen terlarut (DO) air sungai adalah skenario pada kondisi optimis yaitu (1) Peningkatan partisipasi masyarakat (2) pengadaann IPAL (3) Penegakan hukum lingkungan dan (4) Kerjasama lintas sektoral. S Penerapan skenario ini memberikan penurunan organic dan yang memberi dampak pada kenaikan nilai DO dapat digunakan sebagai indikator kesehatan perairan dengan besar penurunan beban pencemar BOD mencapai 80 persen dan COD sebesar 73 persen, sehingga kualitas badan air sesuai dengan baku mutu peruntukannya sebagai badan air Kelas I (satu)