2021 : Peningkatan Keselamatan Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) dengan Sistem Pemuatan berbasis Komputer

Dr.Eng. I Gusti Ngurah Sumanta Buana ST,M.Eng.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Program kegiatan ini merupakan kelanjutan rangkaian riset panjang sebelumnya berupa hilirisasi inovasi piranti perencanaan pemuatan kapal niaga, iStow. Piranti lunak iStow adalah satu-satunya piranti lunak perencanan pemuatan kapal pertama dan satu-satunya Indonesia yang disertifikasi nasional (BKI) maupun internasional (ClassNK/ Jepang, IRS/ India, RINA/ Italia dan Lloyd’s Register/ UK). Piranti lunak iStow telah digunakan pada beberapa jenis kapal niaga, antara lain kapal peti kemas, tanker, LCT, ferry/ro-ro. Tujuan program kegiatan ini adalah menerapkan iStow pada kapal tradisional pelayaran rakyat (Pelra). Mengapa Pelra? Pelayaran rakyat adalah pelayaran tradisional yang berperan sebagai satu-satunya penghubung bagi semua wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Kapal-kapal Pelra hingga saat ini tidak disertifikasi oleh biro klasifikasi kapal dan sesuai statistik sangat rentan terhadap kecelakaan kapal. Sektor Pelra ini dalam tiga dekade terakhir ini semakin tersisih, jumlah barang yang diangkut berkurang terus, dan jumlah armada makin kecil, meskipun tarif uang tambang (freight rate)-nya lebih rendah daripada pelayaran niaga modern. Angka kecelakaan yang tinggi Pelra merupakan penyebab utama rendahnya daya saing Pelra. Kecelakaan ini terutama disebabkan oleh tidak dilakukannya penataan muatan yang sistematis dan tidak dilakukannya perhitungan stabilitas. Dengan alat perencanaan muatan berbasis komputer, maka pemuatan Pelra dilakukan dengan sistematis, dengan perhitungan stabilitas kapal yang akurat dan otomatis. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat cepat, yang menjadikannya makin canggih sekaligus makin murah. Dengan kondisi ini, pemanfaatan IT sudah merupakan kebutuhan dan dan layak secara ekonomis bahkan untuk sektor angkutan laut tradisional ini. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini adalah: 1. Membuat gambar rencana garis dan rencana umum kapal pelra beserta perhitungan stabilitasnya, 2. Membuat prototipe iStow Pelra dan melakukan ujicoba internal, serta 3. Membuat dokumen prototipe iStow Pelra yang berisi fitur-fitur yang tersedia di iStow Pelra. Urgensi peningkatan keselamatan kapal Pelra perlu dilakukan mengingat Pelra adalah satu-satunya penghubung wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) termasuk wilayah kepulauan Maluku. Konektivitas yang terganggu akibat kecelakaan kapal Pelra berdampak langsung pada kelangkaan komoditi, inflasi dan perekonomian wilayah ini. Ini sejalan dengan temuan riset sebelumnya yang kami lakukan dalam kerangka Sustainable Island Development Initiatives (SIDI)-ITS. Manfaat kegiatan Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (PAKERTI) ini bagi Pelra adalah: 1. Terciptanya kegiatan Pelra yang lebih aman dan lebih modern. 2. Percepatan proses hilirisasi iStow. Kegiatan ini sejalan dengan percepatan transformasi digital, dengan menjangkau hingga sektor pelayaran tradisional. 3. Terciptanya jaringan kerjasama penelitian dengan Universitas Pattimura, Ambon, yang berada di wilayah kepulauan.