2021 : PEMANFAATAN SERAT DARI LIMBAH PETERNAKAN SAPI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MICRO/NANO CRYSTALLINE CELLULOSE DENGAN METODE HIDROTERMAL

Prida Novarita Trisanti S.T., M.T.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Limbah peternakan sapi berupa feses umumnya dibuang atau dimanfaatkan sebagai pupuk kandang dan penghasil biogas. Tidak banyak yang tahu bahwa dalam feses sapi masih banyak serat yang mengandung selulosa sekitar 30%. Serat ini dapat dimanfaatkan menjadi material yang memiliki nilai tinggi seperti micro/nanocrystalline cellulose (M/NCC). Lignoselulosa yang dikonsumsi sapi sebagai bahan makanan mengalami proses delignifikasi oleh berbagai macam mikroorganisme pada proses pencernaan didalam perut sapi. Pada proses ini terjadi peghilangan kadar lignin sebesar 37,31% hingga 61,6%. Oleh karena itu, proses serat dalam feses sapi menjadi M/NCC menjadi lebih mudah dilakukan dan lebih ramah lingkungan karena lignin yang terkandung dalam serat telah mengalami penurunan. Berbagai metode pembuatan M/NCC telah banyak digunakan. Pada penelitian ini, metode yang digunakan dalam membuat M/NCC dari selulosa pada feses sapi adalah metode hidrotermal. Hal ini dikarenakan metode ini merupakan metode yang lebih ramah lingkungan karena menggunakan air subkritis dan tidak memerlukan zat kimia lainnya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian adalah mempelajari pengaruh kondisi operasi (temperature, tekanan dan waktu) proses hidrotermal terhadap karakteristik M/NCC yang dihasilkan. Feses sapi sebelumnya dicuci untuk mengambil serat yang ada didalamnya. Kemudian dikeringkan dan dikecilkan ukurannya menjadi 40 mesh. Serat dari feses tersebut dicampur dengan air (1/100 (w/v)) dan dimasukkan dalam reactor hidrotermal. proses hidrolisa menggunakan metode hidrotermal dilakukan pada tekanan 100 bar, suhu 150 OC dan 200OC, serta berbagai waktu hidrotermal (15-90 menit). Setelah proses hidrotermal selesai dilakukan, produk disaring untuk mengambil produk padatan. Produk tersebut dikeringkan dengan menggunakan freeze drying. Hasil proses hidrotermal dianalisa menggunakan analisa Chesson, SEM, XRD dan FTIR