2021 : Analisis Pola Operasi dan Kebutuhan Kapal Pengawas Perikanan: Studi Kasus WPP-NRI 711 (Perairan Selat Karimata dan Laut Natuna Utara)

Irwan Tri Yunianto S.T., M.T.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan - Negara Republik Indonesia (WPP-NRI 711) merupakan daerah dengan tingkat illegal fishing tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2018, sebanyak 39% pelanggaran terjadi di wilayah ini (43 dari total 109 kapal ikan yang ditangkap). Saat ini, telah dilakukan patroli kapal pengawas perikanan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, hanya ada 2 pangkalan (Batam dan Pontianak) dan 5 kapal yang dioperasikan untuk mengawasi WPP-NRI 711 seluas 192.000 nm2. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penentuan lokasi pangkalan serta penempatan armada kapal pengawas untuk meningkatkan coverage area dengan metode set covering problem. Hasil optimasi menunjukkan lokasi pangkalan terpilih sebanyak 4 pangkalan dan kebutuhan kapal sebanyak 15 unit kapal Tipe E, yang ditempatkan di Pangkalan Batam sebanyak 3 unit, Pontianak 3 unit, Natuna 6 unit dan Bangka 3 unit dan biaya operasional pertahun sebesar Rp. 148,6 Miliar. Dengan skenario batasan anggaran operasional Rp. 31 Miliar, kapal yang terpilih sebanyak 5 unit kapal tipe E dengan interval hari operasi rata-rata 5,4 hari untuk mencapai coverage area 100%. Besaran coverage area pertahun yang dihasilkan sebesar 13,1 juta nm2/tahun, atau meningkat 65% dibandingkan coverage area saat ini sebesar 7,9 juta nm2/tahun.