2021 : SINTESIS SENYAWA KOMPLEKS Cu (II) HIDRAZON DENGAN PENAMBAHAN KOLIGAN PIRIDIN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ANTIKANKER

Prof. Dr. Dra. Fahimah Martak M.Si

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Setiap tahun, prevalensi penyakit kanker di dunia semakin meningkat sehingga kebutuhan terhadap obat semakin bertambah. Beberapa usaha pengobatan kanker saat ini masih tergolong belum efektif diantaranya biaya yang tinggi dan timbul mekanisme multidrug resistance. Selain itu, penggunaan agen kemoterapi berbasis platinum dapat menyebabkan kerusakan organ dan sistem tubuh sehingga perlu alternatif lain diantaranya menggunakan senyawa kompleks dari logam transisi yang bersifat bioessensial. Harapannya, sifat farmakologi obat dapat meningkat, berkurangnya efek samping sehingga lebih aman dikonsumsi, serta mendapatkan target spesifik dari obat yang berbeda. Senyawa kompleks dapat diperoleh dari interaksi antara ion logam dan ligan. Ligan merupakan senyawa organik yang mempunyai atom donor sehingga dapat menyumbangkan pasangan elektron bebasnya ke ion logam. Karakter ligan berperan besar dalam penentuan aktivitas senyawa kompleks. Pada penelitian ini digunakan ligan hidrazon dimana terbentuk dari reaksi aldehid/keton dengan suatu hidrazin. Ligan hidrazon sudah banyak diteliti memiliki berbagai bioaktivitas, salah satunya sebagai antikanker. Ligan hidrazon yang digunakan berasal dari acetohydrazide dan benzohydrazide karena memiliki nilai afinitas dan polaritas yang berbeda. Selain itu, kedua ligan tersebut termasuk tridentat sehingga diharapkan mempengaruhi indeks geometri koordinasi ketika diikatkan dengan logam dan koligan. Kedua ligan divariasikan dengan substituent hidroksi, fluoro, dan nitro pada benzaldehid posisi orto. Modifikasi gugus fotomakofor (gugus fungsi) tersebut bertujuan mengetahui bagian molekul obat yang dapat berinteraksi serasi dengan reseptor sehingga memberikan aksi farmakologi yang lebih bagus serta merumuskan hubungan kuantitatif dari perubahan struktur terhadap bioaktivitas. Ligan-ligan tersebut kemudian diikatkan dengan logam transisi Cu(II). Dalam penelitian ini, dilakukan penambahan koligan yang berasal dari donor atom N yaitu piridin. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan bioaktivitas molekul sebagai agen antikanker. Selain itu, penambahan koligan juga mempengaruhi planaritas, hidrofobisitas, dan geometri dari senyawa kompleks. Pemanfaatan senyawa kompleks tersebut sangat besar di bidang kesehatan sehingga perlu strategi sintetis yang efektif dalam pembuatan ligan dan kompleks serta pengkajian secara struktural, meliputi uji titik leleh, analisis dengan spesktroskopi UV-VIS, analisa gugus fungsi menggunakan alat FTIR, elusidasi struktur dengan proton dan karbon NMR, serta spektroskopi massa. Selain itu dilakukan karakterisasi dengan AAS untuk mengidentifikasi logam serta SC-XRD untuk mengetahui struktur kristalnya. Selanjutnya dilakukan uji bioaktivitas terhadap sel kanker untuk mengetahui tingkat toksisitas dari senyawa kompleks.