2021 : Mikrozonasi Seismik Kota Surabaya Menggunakan Data Geoteknik

Saifuddin S.Si, M.Sc, Ph.D

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) memprediksi Surabaya akan mengalami gempa dengan magnitudo maksimum 6,5 karena dilewati sesar Kendeng dan magnitudo maksimum 8,7 karena zona subduksi (M. Irsyam et al., 2017). Surabaya memiliki jenis tanah endapan aluvial berdasarkan geologi Surabaya (Supandjono, Hasan, Panggabean, Satria, & Sukardi, 1992). Sehingga kemungkinan besar jenis tanah tersebut akan memperkuat gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa yang akan terjadi, yang dikenal dengan istilah amplifikasi tanah, meskipun sumber gempa jauh dari kota Surabaya. Amplifikasi tanah sangat dipengaruhi oleh karakteristik kecepatan geser (Vs) dari tanah. Oleh karena itu, mitigasi risiko gempa bumi (disaster risk reduction) di Surabaya diperlukan untuk mengurangi jumlah korban dan kerusakan bangunan. Peneliti menawarkan mikrozonasi seismik menggunakan resistansi penetrasi (N) dari pengukuran standard penetration test (SPT) yang umumnya dilakukan di survey geoteknik. Data diperoleh dari beberapa data sumur yang ada di kota Surabaya. Nilai N nanti akan diubah menjadi kecepatan gelombang geser (Vs) menggunakan 40 persamaan empiris dari penelitian sebelumnya. Vs dari analisis tersebut dapat digunakan untuk memprediksi besarnya besarnya amplifikasi tanah nonlinear, acceleration dan velocity waves dalam time domain, peak ground accelaration (PGA), peak ground velocity (PGV), dan juga response spektra. Dengan menggunakan parameter-parameter fisis yang bermacam-macam tersebut, upaya reduksi resiko bencana gempa (disaster risk reduction) di kota Surabaya dapat dilakukan secara komprehensif. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat diterbitkan pada jurnal ilmiah Q2 yang berkenaan dengan Geofisika atau Seismologi seperti Journal of Seismology.