2021 : Model Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Daerah Wisata dan Permukiman dengan Pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus Daerah Wisata dan Permukiman Kuta – Bali)

Dra. Endang Susilowati M.Kes

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Bali telah diakui sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia. Salah satu destinasi wisata di Bali adalah wisata Pantai Kuta yang berada di Kecamatan Kuta - Kabupaten Badung. Oleh karena itu di sekitar wisata Pantai Kuta banyak kegiatan yang berusaha di sektro informal sehingga menyebabkan kawasan ini menjadi kawasan padat. Berdasarkan data BPS-Kecamatan Kuta dalam Angka, 2020 tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Kuta sebesar 7.235 jiwa/km2 dengan jumlah aktivitas dan bangunan menurut penggunaan lahan adalah sebagai berikut: tempat tinggal sebanyak 12.821 unit; Toko/Perdagangan 14.454 unit; Industri 604 unit; penginapan 1.094 unit dan lain-lain 1.742 unit (BPS-Kabupaten Badung, 2020). Hal ini tentu saja menyebabkan tingkat konsumsi di Kecamatan Kuta meningkat, selanjutnya akan meningkatkan produksi sampah di kawasan ini. Isu besar yang menjadi perhatian hingga saat ini di Bali ialah isu lingkungkungan hidup yang diakibatkan dari timbulan sampah. Dari Hasil Penelitian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung 2018, produksi sampah di Kabupaten Badung mencapai 8580 ton/ hari atau 8.580 ton/bulan atau 104.390 ton/tahun. Sebanyak 40% produksi sampah tersebut berasal dari sektor pariwisata, selebihnya sektor rumah tangga, sehingga jika tidak dikelola dengan benar hal ini dapat menjadi permasalahan luar biasa dikemudian hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini direncanakan sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Yuling Zhang (2020) menekankan bahwa Community Development adalah proses mempromosikan pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial masyarakat melalui partisipasi aktif warga dan memberikan peran penuh kreativitas mereka, hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat merupakan prediktor penting keberhasilan dalam pelestarian lingkungan (Zhang et al. 2020). Usulan penelitian ini sejalan dengan Roadmap Pusat Studi Infrastruktur dan Lingkungan berkelanjutan (PILB) dengan focus lingkungan binaan, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Pilar pembangunan lingkungan, goals 11 yaitu pembangunan lingkungan kota dan permukiman berkelanjutan, dengan issue: Permukiman, Pertumbuhan Populasi, Limbah Padat, Timbulan Sampah, Pengelolaan Sampah; dan goal 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan issue: Pariwisata Berkelanjutan, Sampah Padat. Metode penelitian ini antara lain SWOT analisis permasalahan pengelolaan sampah di wilayah studi dengan variabel faktor-faktor pendorong dan penghambat pengelolaan sampah, persepsi masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selanjutnya dalam menentukan model pengelolan sampah berbasis masyarakat sebagai dasar penetuan kebijakan digunakan pendekatan atau metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kontribusi penelitian ini secara umum ialah dapat memberikan sumbangan pemikiran/edukasi bagi masyarakat luas di wilayah penelitian dan secara khusus sebagai masukan pada institusi terkait sebagai pertimbangan dalam penentuan kebijakan mengenai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Luaran dari penelitian ini adalah seminar internasional dan publikasi Jurnal Internasional Terindeks Scopus – Q4.