2021 : BIODEGRADASI PESTISIDA DDT OLEH KULTUR CAMPURAN JAMUR Gloeophyllum trabeum DAN BAKTERI PENGHASIL BIOSURFAKTAN

Adi Setyo Purnomo S.Si., M.Sc., Ph.D

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Residu pestisida organoklorin telah menjadi masalah polusi besar di lingkungan kita. DDT (Dichlorodiphenyltrichloroethane) adalah salah satu pestisida organoklorin persisten yang paling umum yang terus menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan terutama di tanah. Beberapa metode pengobatan telah dikembangkan untuk mengurangi dan meminimalkan dampak buruk dari penggunaan DDT termasuk biodegradasi. Dalam penelitian ini, kemampuan jamur pelapuk coklat (Brown-rot Fungi, BRF) untuk mendegradasi DDT akan diselidiki. Gloeophyllum trabeum telah digunakan untuk mendegradasi DDT dalam kultur cair dan tanah yang terkontaminasi. Dalam penelitian sebelumnya, G. trabeum memiliki kemampuan untuk mendegradasi DDT selama 14 hari inkubasi. Namun, degradasi DDT menggunakan G. trabeum masih relatif rendah dan menghabiskan waktu inkubasi yang lama. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi kultur untuk mengoptimalkan kemampuan G. trabeum dalam mendegradasi DDT. Tujuan penelitian ini adalah optimalisasi kemampuan jamur pelapuk coklat G. trabeum untuk mendegradasi DDT dengan menggunakan penambahan bakteri penghasil biosurfaktan (BPB) antara lain Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis dan Ralstonia pickettii. Dalam penelitian ini, pengaruh penambahan BPB akan diselidiki termasuk identifikasi produk metabolit dan jalur degradasi. Penambahan BPB akan dilakukan pada volume 1, 3, 5, 7 dan 10 ml dan proses degradasi akan dievaluasi selama 7 hari inkubasi. Biodegradasi DDT akan dianalisa menggunakan HPLC, sedangkan identifikasi metabolit akan dilakukan dengan menggunakan GCMS. Target luaran dari penelitian ini adalah paper dalam Jurnal internasional bereputasi “Biodegradation�dengan Impact factor 2.805 (Springer; Scopus Q2/SJR Q1).