2021 : Pengembangan Autonomous Drone Berbasis Sistem Satelit Navigasi Global Menggunakan Formula Vecenty Untuk Penghantaran Barang

Ir. Muchammad Husni M.Kom

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Drone, atau dikenal juga dengan istilah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan salah satu wahana tanpa awak di udara yang dapat terbang tanpa pilot, menggunakan gaya aerodinamik untuk menghasilkan gaya angkat (lift) dan dapat terbang secara manual atau otomatis. Drone ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan baik di lingkup militer maupun sipil. Pada penelitian ini dikembangkan suatu drone sipil manual menjadi drone yang otomatis (autonomous drone) berbasis GNSS (Global Navigation Satellite Systems) menggunakan formula vincenty untuk mengirimkan “barang� Berat barang yang dikirim masih amat terbatas, maksimal sebesar 500 gram, karena drone yang digunakan relatif kecil. Penelitian ini diharapkan berkontribusi positip di era pandemi, yaitu membantu dalam penerapan protokol kesehatan, dalam hal meminimalkan kontak langsung antara dua orang yang tidak satu rumah. Global Navigation Satellite System merupakan sistem yang digunakan untuk menentukan posisi di Bumi, dengan menggunakan satelit. Berdasarkan data yang dihasilkan dari GNSS, sistem navigasi drone dapat terbang tanpa harus menerima input secara terus menerus dari operator. Penerapan formula vincenty pada GNSS ini disebabkan formula ini lebih cocok dengan kondisi bumi yang berbentuk ellipsoidal dan dinilai mempunyai kinerja yang baik. Implementasi GNSS sendiri dilakukan dengan menyematkan modul GPS (Global Positioning Sytem) pada drone dimana modul ini bertugas untuk mendapatkan posisi drone dalam bentuk koordinat (longitude, latitude, altitude). Modul lainnya yang ditambahkan adalah microcomputer yang bertugas untuk melakukan komputasi terhadap data koordinat sehingga bisa digunakan sebagai data masukan untuk menggerakan drone. Drone yang akan digunakan pada penelitian ini adalah DJI Matrice 100 dari DJI yaitu drone yang dapat diprogram dengan menggunakan SDK (Software Development Kit) yang disediakan oleh DJI. Drone ini dapat dihubungkan dengan microcontroller atau microcomputer luar melalui jalur serial port (UART). Microcomputer yang akan digunakan adalah Raspberry Pi yang mempunyai kemampuan mengeksekusi berbagai macam bahasa pemrograman. Pengujian akan dilakukan dengan beberapa skenario, yakni tanpa barang, dengan barang, di lapangan terbuka dan di lapangan dengan yang obstacle minimal. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan ketahanan baterai, waktu tempuh drone untuk mencapai titik tujuan dan kemali ke posisi semula serta akurasi pendaratan drone.