2021 : PENINGKATAN KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU DI KELURAHAN LEDOK KULON KABUPATEN BOJONEGORO

Ali Masduqi S.T., M.T.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai sentra industri tahu di Kabupaten Bojonegoro. Jumlah industri tahu yang ada di Kelurahan Ledok Kulon menurut data Kecamatan Bojonegoro Dalam Angka 2019 adalah sebanyak 64 perusahaan. Masyarakat Kelurahan Ledok Kulon sangat terganggu dengan adanya air limbah yang dihasilkan dari industri tahu ini. Permasalahan yang mereka rasakan terutama adalah bau tidak sedap yang menyengat yang dapat mengganggu pernapasan. Selain bau tidak sedap yang menyengat, permasalahan lainnya adalah banyaknya hewan-hewan pengganggu (vector penyakit) seperti tikus, lalat, dan serangga lainnya. Selain permasalahan diatas, permasalahan lainnya adalah eutrofikasi yang terjadi di sepanjang Sungai Bengawan Solo tempat air limbah dibuang. Pada tahun 2018, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) telah dibangun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro di lokasi ini. Namun permasalahan-permasalahan diatas masih belum dapat teratasi. Dari hasil uji laboratorium (uji pendahuluan) efluen IPAL, nilai parameter BOD5 dan COD masih belum memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan untuk dibuang ke lingkungan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengupayakan agar IPAL di Kelurahan Ledok Kulon dapat berhasil dan berkelanjutan dalam mengolah air limbah. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah menyupayakan agar IPAL industri tahu mampu menghasilkan efluen yang memenuhi persyaratan baku mutu air limbah sehingga dapat dibuang ke lingkungan dan mendapatkan solusi yang dapat direkomendasikan agar diperoleh sistem pengolahan air limbah yang efektif dan efisien. Metode penelitian ini meliputi kajian pustaka, pengumpulan data, dan analisis data. Kajian pustaka dilakukan dengan cara mempelajari berbagai macam literatur yang berkaitan dengan teknologi pengolahan yang tepat, efektif dan efisien untuk air limbah industri tahu. Jenis data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka maupun dari instansi yang terkait. Sedangkan data primer diperoleh dari hasil wawancara (interview), kuisioner, pengukuran langsung di lapangan, dan pengamatan langsung di lapangan. Alat (tools) yang digunakan untuk analisis data adalah Pemodelan Persamaan Struktural atau Structural Equation Modeling (SEM). SEM merupakan salah satu metode multivariat yang memungkinkan peneliti untuk menguji hubungan antara variabel yang kompleks. Target dari hasil penelitian ini adalah mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh air limbah yang dihasilkan dari industri tahu di Kelurahan Ledok Kulon.