2021 : POTENSI PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP TANAMAN UJI

Dr.Eng. Raden Darmawan S.T., M.T.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Peningkatan penggunaan batu bara memberikan dampak terhadap lingkungan berupa limbah padat sisa pembakaran batu bara. Hal ini berdampak juga dalam pengelolaan limbah padat tersebut karena keterbatasan lahan sebagai penyimpanan sementara limbah yang dimiliki oleh industri pengguna batu bara. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, fly ash dan bottom ash merupakan limbah non B3 terdaftar sehingga dapat diolah tanpa perlakuan khusus seperti limbah B3 dimana yang sebelumnya termasuk golongan limbah B3 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Fly ash merupakan bagian dari sisa abu pembakaran yang berupa bubuk halus dan ringan yang diambil dari campuran gas tungku pembakaran menggunakan bahan batubara pada boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Penambahan fly ash pada media tanam dapat mempengaruhi kesuburan tanah dan biota dalam tanah. Jumlah dan konsentrasi nutrisi yang terdapat pada tanah/ media tanam yang ditambahkan dengan fly ash dapat mempengaruhi komposisi sejumlah logam pada tanaman dengan konsentrasi terbesarnya seperti Si, Fe, Al dan Ca. Logam – logam ini merupakan sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Untuk menyeimbangkan konsentrasi logam sebagai sumber nutrisi terhadap tanaman, maka diperlukan campuran organic dan mikroba untuk mendegradasi dan mengurai. Jumlah dan jenis populasi mikroba dalam tanah seperti fungi dan actinomytes pada tanah berkurang seiring dengan konsentrasi fly ash yang ditambahkan yang diakibatkan perubahan pH pada tanah. Fly ash juga berpengaruh terhadap jumlah mikroba denitrifikasi yang berfungsi sebagai penguraian nitrogen namun jika penambahan fly ash sebesar 100% akan menurunkan mikroba denitrifikasi karena unsur C dan N yang rendah disamping logam berat pada fly ash (Nayak, et al., 2015). Oleh karena itu diperlukan bahan – bahan organik sebagai campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan fly ash sebagai campuran media tanam organik terhadap tanaman uji. Bahan organik yang digunakan media tanam yaitu cocopeat dan guano dengan perbandingan 1:1. Penambahan fly ash terhadap media tanam sejumlah 20%, 30%, dan 40%. Selain itu, akan dilakukan pengujian pengaruh penambahan EM4 terhadap campuran media tanam, disamping penambahan bakteri – bakteri pendukung lainnya, seperti consortium isolated microbes. Media tanam akan difermentasi secara aerob selama 1 minggu, 2 minggu, dan 3 minggu. Media tanam selanjutnya diuji unsur makro, jumlah bakteri, moisture, dan pH setiap minggu. Campuran media tanam akan diujikan terhadap tanaman tomat untuk melihat respon perkembangan tanaman meliputi jumlah daun, jumlah buah, tinggi tanaman, dan jumlah cabang.