2021 : PENGEMBANGAN SILIKA SBA-15 SEBAGAI AEROSOL DRUG DELIVERY DALAM PENANGANAN PENYAKIT SALURAN NAFAS

Hariyati Purwaningsih SSi, MSi

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Obat aerosol biasanya diresepkan untuk pengobatan pasien dengan penyakit paru, dan atau gangguan pada saluran pernafasan mulai kerongkongan hingga paru-paru. Terapi obat inhalasi adalah cara utama pengobatan asma serta penyakit pernapasan lainnya seperti fibrosis kistik. Efisiensi terapi aerosol, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, telah meningkat pesat belakangan ini. Faktor-faktor seperti pengembangan obat-obatan pro dengan aktivitas topikal yang lebih besar dan lebih sedikit efek yang merugikan secara sistemik, pengembangan formulasi baru untuk memaksimalkan pengiriman partikel obat dalam kisaran ukuran yang 'dapat dihirup', dan sistem pengantaran yang lebih baik untuk mengoptimalkan penargetan jalan napas (drug deliver system), meminimalkan bekas deposisi paru-paru dan penurunan pemborosan obat dirancang untuk menghasilkan peningkatan efikasi klinis. Kebutuhan akan inhaler yang terjangkau dan sekali pakai, terutama untuk pengobatan gangguan pernafasan yang lebih luas, menjadi ide penelitian dan pengembangan kemajuan yang dapat dibuat di bidang tersebut. Pengembangan aerosol drug delivery material juga sejalan dengan peningkatan kualitas kesehatan dalam penangan gejala klinis saluran pernafasan. Mesoporous Silica Nanoparticle (MSNs) SBA-15 merupakan nanopartikel anorganik yang digunakan dalam pengiriman obat dan agen kontras. Karakteristik MSNs yaitu memiliki struktur pori dengan luasan permukaan yang sangat besar, ukuran pori yang mudah diubah, dan karakter kimiawi dari partikel dapat dimodifikasi. Selain itu MSNs memiliki karakter biocompatible sehingga berpotensi sebagai partikel pembawa molekul obat. Berbagai hasil penelitian menunjukkan MSNs sangat berpotensi untuk menghantarkan berbagai molekul seperti siRNA, Ibuprofen dan juga Kurkumin. Selain itu MSNs juga memiliki potensi yang baik dalam penggunaannya sebagai drug delivery untuk obat berbentuk areosol. Dengan adanya drug delivery, obat yang dibawa akan memiliki fasa yang stabil dan lebih dapat diterima tubuh dengan lebih baik dan memberi hasil obat yang lebih optimal. Dalam penelitian ini dikembangan silika SBA-15 sebagai drug delivery material dan dikombinasikan dengan beberapa obat untuk inhaler untuk gelaja klinis inhalasi. Silika SBA-15 dikembangkan dari sodium silikat yang diektraksi dari arang sekam padi dan dibandingkan dengan silika standard yang disiapkan dari TEOS. Sintesa dilakukan dengan metode sol-gel sedangkan untuk mekanisme loading obat dilakukakn dengan metode centrifuge dengan perbandingan tertentu. Kemudian proses pembentukan aerosol SBA-15/obat dilakukan dengan spray pyrolysis