2020 : Studi Komparasi Efek Anti-Hiperlipidemia Ekstrak Buah Parijoto (Medinilla speciosa) terhadap Histologi Aorta Mencit dengan Diet Lipid yang Berbeda

Noor Nailis Saadah S.Si., M.Sc.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pola diet dengan asupan tinggi lipid menyebabkan hiperlipidemia, yaitu kondisi yang merangsang leukosit untuk memproduksi ROS (Reactive Oxygen Species) sehingga meningkatkan oksidasi LDL. LDL teroksidasi akan difagositosis oleh makrofag dan membentuk plak aterosklerosis. Aterosklerosis dapat memberikan perubahan struktur dan fungsi pada dinding arteri, khususnya lapisan intima. Kerusakan ini dapat diamati secara mikroskopis dengan melakukan pengamatan secara histologi. Aterosklerosis menjadi pemicu terjadinya sebagian besar penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner yang menjadi salah satu masalah kesehatan di masyarakat dan penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan prevalensi sebesar 48%. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghambat terbentuknya plak aterosklerosis di dalam pembuluh darah, salah satunya dengan pemberian ekstrak metanol parijoto (Medinilla speciosa) yang memiliki kandungan antosianin tinggi. Antosianin memiliki beberapa peran, diantaranya sebagai antioksidan dan dapat menstabilkan plak aterosklerosis. Antosianin yang termasuk dalam kelompok besar senyawa flavonoid mampu chelate radikal bebas dengan menyumbangkan atom hidrogen atau dengan transfer elektron tunggal. Senyawa flavonoid juga dapat menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase, yaitu senyawa yang memperantarai langkah awal biosintesis kolesterol. Potensi ekstrak parijoto sebagai obat aterosklerosis dapat dilihat berdasarkan respon histologi aorta sebagai organ yang berperan penting dalam fungsi kardiovaskular. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 macam perlakuan, yaitu kontrol, hiperlipidemia, hiperlipidemia yang diberi ekstrak metanol parijoto 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB, masing-masing memiliki 5 kali ulangan individu. Mencit dibuat hiperlipidemia dengan diberikan 2 macam diet lipid: yaitu campuran kuning telur burung puyuh dan minyak babi (2:1) dan campuran kuning telur bebek dan minyak jelantah (2:1) secara oral sebanyak 1% berat badan (BB) mencit selama 4 minggu. Pengambilan sampel organ aorta dilakukan dengan proses pembedahan mencit dan aorta diletakkan dalam buffer formalin 10%. Preparat aorta mencit dibuat dengan metode pewarnaan Haematoxillin-Eosin (HE). Pengamatan preparat dilakukan secara manual menggunakan mikroskop cahaya dan dinilai secara semikuantitatif berdasarkan perkiraan area yang mengalami kerusakan. Data skoring pengamatan histologi aorta mencit (M. musculus) dianalisa menggunakan Kruskal Wallis. Target luaran dari penelitian ini adalah seminar internasional terindeks Scopus. Kata kunci: Antosianin, Aterosklerosis, Histologi aorta, Medinilla speciosa