2021 : Pengembangan Model Text Understandinguntuk Domain Telaah Protokol Etik

Dr. Rizka Wakhidatus Sholikah , S.Kom

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Komite Etik Penelitian (KEP) bertanggung jawab untuk menelaah protokol etik penelitian, menerbitkan surat laik etik dan melakukan pengawasan terhadap pelaksaan protokol dalam penelitian yang melibatkan manusia. Hal ini dilakukan dengan prinsip Baik, Adil dan Hormat (BAH) dengan menerapkan 7 standar protokol etik yang berpedoman pada 25 panduan yang disusun oleh The Council for International Organizations of Medical Sciences (CIOMS) pada tahun 2016. Sayangnya proses telaah protokol etik penelitian oleh KEP masih dilakukan secara manual. Pada penelitian ini, kami akan mengembangkan Sistem Telaah Etik Penelitian Digital (STEPDAL) sehingga proses telaah dapat dilakukan secara digital. Penyimpanan data-data terkait protokol etik penelitian dan dokumen terkait dalam sistem basis data pada akhirnya dapat dijadikan sebagai bahan akreditasi KEP terkait. Dengan demikian, proses telaah dan akreditasi akan berjalan dengan lebih cepat dan dapat dilakukan dari manapun dan kapanpun. Pada sistem ini juga akan diimplementasikan metode text understanding yang akan membantu penelaah mengidentifikasi isu etik yang ada pada suatu protokol dengan menganalisa ringkasan dari suatu protokol etik. Identifikasi isu etik sangat penting karena akan menjadi pertimbangan apakah surat layak etik dapat diterbitkan atau pengusul harus memperbaiki protokol etik terlebih dahulu. Penelitian ini merupakan bagian awal penelitian multi tahun pengembangan STEPDAL, otomatisasi proses telaah, finalisasi sistem hingga integrasi dengan Lembaga berstandar internasional. Penelitian ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kemitraan global berkelanjutan dalam bidang kesehatan yang merupakan salah satu tujuan Pusat Studi Artificial Intelligence for Healthcare and Society di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Pengajuan protokol etik yang sesuai dengan standar nasional dan internasional juga pada akhirnya akan mendukung kualitas peneliti Indonesia sehingga akan membuka peluang kerjasama internasional. Selain itu, dengan dilaksanakannya penelitian yang sesuai dengan standar etik internasional maka diharapkan dapat membantu memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama yang berperan sebagai partisipan penelitian. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap salah satu target Sustainable Development Goals (SDG), yaitu good health and well-being.