2020 : PENYUSUNAN PERUMUSAN STRATEGI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) DI KAMPUS ITS DALAM ERA INDUSTRI 4.0

Guruh Pramudita A.Md
Muhammad Chusaeni S.T., MMT
Nur Hasan S.Si., M.Kom

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perubahan Status Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) memberikan otonomi sepenuhnya agar PTN dapat menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi secara Optimal. Hal ini juga berdampak bahwa ITS PTNBH secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan anggaran dalam pengelolaan manajemen pendidikan tinggi. Dengan melihat kondisi persaingan global saat ini, khususnya dalam era revolusi industry 4.0, dimana perguruan tinggi luar negeri dengan perkembangan teknologi informasi dapat dengan mudah membuka program perkuliahan di dalam negeri. Dengan kondisi ini ITS harus mampu bersaing dengan perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri dengan menciptakan kondisi belajar mengajar yang nyaman dan aman, yang mampu menjadi rujukan bagi mahasiswa untuk tetap menjadi pilihan belajar di ITS. Untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman tersebut, maka Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memegang peran penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat. Jika lingkungan aman, maka seluruh civitas akademika bisa bekerja dan belajar dengan nyaman. Produktivitas kerja pun ikut meningkat. Untuk membudayakan K3, Kampus ITS perlu membuat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (SMK3). SMK3 berisi pedoman pelaksanaan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam pembuatannya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu manajemen risiko, sistem organisasi, dan regulasi. Kondisi saat ini, rintisan untuk pelaksanaan K3L di Kampus ITS ada, namun secara regulasi sebagai panduan dalam implementasi K3 baik kegiatan internal maupun eksternal belum ada. Panduan K3 untuk kegiatan internal seperti adanya program penerapan 5S+S, program Eco-campus, Call Center ITS, Buku Saku K3, Program sepeda kampus, dan juga program lainnya. Untuk kegiatan eksternal seperti kerjasama industri atau kerjasama professional yang melalui DKPU (eks BPPU) juga pihak mitra memastikan ITS harus menerapkan SMK3. Dan beberapa mitra bahkan mengeluarkan penilaian penerapan SMK3 seperti Pertamina dengan Sertifikat CSMS (pada tahun 2018 BPPU hanya mendapat nilai maksimal 45). Dengan kondisi tersebut diatas, maka penerapan K3L di Kampus ITS menjadi sangat penting terutama dalam menciptakan kondisi kampus yang sehat, aman dan nyaman. Namun tidak berhenti disitu saja dengan peneriapan K3L ini kedepan setiap aktivitas yang dilakukan ITS harus mempertimbangkan tingkat resiko dalam setiap pelaksanaan program dan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, ITS harus menyusun strategi pengembangan implementasi K3L di Kampus. Dalam penelitian ini untuk menyusun rencana pengembangan implementasi K3L di Kampus ITS dengan mengunakan metode Importance-Performance Anaylisis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Teknik IPA digunakan untuk mengukur kinerja kepentingan yang diharapkan dan yang diterima oleh stakeholder ITS dalam penerapan K3L di Kampus ITS Sedangkan QFD digunakan untuk merancang formulasi strategi pengembangan dalam implementasi K3L. Hasil penelitian diharapkan mampu membantu ITS dalam menciptakan kondisi Kampus yang sehat, aman dan nyaman