2021 : ANALISA TEKNIS, ERGONOMIS DAN EKONOMIS PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KERANG SIMPING SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT KAPAL NELAYAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

Ir. Eko Nurmianto M.Eng.Sc.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan luasnya wilayah laut yang ada, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Oleh karena keberadaan profesi nelayan sampai kapan pun harus terus ada di Indonesia dan dunia. Umumnya perahu nelayan ini mempunyai ciri khas masingmasing daerah, dan proses pembuatan nya yang unik dan tidak standar membuat perahu yang digunakan oleh nelayan tidak dapat dipastikan dari segi keselamatannya, sehingga dibutuhkan masukan-masukan kepada para pembuat kapal tradisional untuk membuat kapal yang kuat secara konstruksi, nyaman dan ergonomis. Ketersediaan kayu di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan kapal semakin sulit diperoleh karena persediaan kayu semakin menyusut setiap tahunnya. Dengan kondisi seperti ini maka harga kayu akan semakin mahal sehingga menyebabkan biaya produksi pembangunan kapal dengan material kayu semakin meningkat. Jika hal ini terus berlangsung maka galangan kapal rakyat di Indonesia tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan pembuatan kapal-kapal kecil dikarenakan modal yang digunakan semakin besar. Maka dari itu, dibutuhkan material alternatif pengganti kayu untuk memenuhi kebutuhan kapal-kapal kecil di Indonesia. Kerang Simping merupakan salah satu kerang yang bernilai ekonomi sebagai sumber makanan dan bahan kerajinan dan belum ada yang memanfaatkan kulit kerang simping sebagai material kapal pengganti kayu, oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan analisa teknis kekuatan material komposit yang terbuat dari limbah kulit kerang simping memenuhi persyaratan kekuatan material kapal dengan melakukan uji Tarik dan uji tekan pada specimen yang dibuat dengan Standard ASTM D638. Kemudian dari masing masing variasi (variasi perekat, variasi bentuk komposit) dihitung biaya dan aspek ekonomis nya apakah layak sebagai material kapal. Analisis ergonomis juga dilakukan yaitu dengan menggunakan Kuesioner Nordiq Body Map, Analisis Kepentingan dan Kepuasan pengguna, Analisis REBA, dan RULA. Luaran dari penelitian ini adalah dihasilkan jurnal Q2 yang berkaitan dengan material komposit untuk kapal yang layak secara teknis dan ekonomis serta ramah lingkungan dan berdampak pada sustainable ecosystems.