2020 : Studi Eksperimen Konverter Energi Gelombang Laut Tipe Pelampung dengan Sistem Gear Mekanik untuk Aplikasi di Kawasan Pesisir dan Kepulauan

Sholihin ST.,MT
Yoyok Setyo Hadiwidodo ST., MT
Dr.Eng. Shade Rahmawati ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Desain konverter energi gelombang laut komersil yang dikembangkan di luar negeri tidak serta merta dapat diterapkan untuk kondisi laut Indonesia. Hal ini dikarenakan desain tersebut untuk kondisi gelombang yang tinggi dan penerapannya berupa struktur yang terpancang atau dibangun di dasar laut. Sedangkan kondisi perairan Indonesia khususnya di perairan intern dengan pulau yang banyak, hanya memiliki ketinggian gelombang yang rendah. Di sisi lain kawasan kepulauan Indonesia merupakan daerah yang sulit terjangkau listrik. Beberapa provinsi yang termasuk kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, Maluku dan Papua memiliki rasio elektrifikasi yang rendah dibandingkan provinsi yang lain. Beberapa penelitian terdahulu tentang pengembangan konverter energi gelombang untuk kondisi gelombang laut yang rendah masih memiliki putaran output yang rendah, hanya mengonversi satu fase gelombang saja yaitu saat gelombang naik atau turun, dan sistem transmisi yang rumit serta menghasilkan efisiensi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi sistem konverter energi gelombang yang lebih feasibel diterapkan di kawasan kepulauan Indonesia. Sistem konverter energi gelombang didesain untuk ketinggian gelombang yang rendah namun dapat menghasilkan putaran yang tinggi, mampu bekerja baik pada fase gelombang naik maupun gelombang turun, memiliki sistem yang tidak rumit, efisiensi tinggi dan mudah dalam proses produksi serta aplikasinya di lapangan. Di akhir tahun penelitian ditargetkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi penelitian ini dapat meningkat pada Tingkat 3 sehingga dapat dilanjutkan ke Penelitian Pengembangan hingga tahap produksi dan aplikasi purwarupa secara lebih luas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat langsung diaplikasikan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan listrik di kawasan kepulauan terpencil di Indonesia. Dampak lebih jauh adalah dengan adanya kemandirian listrik tersebut diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kepulauan terpencil untuk menuju Indonesia makmur.