2020 : Pembentukan dan Valuasi Kontrak Asuransi Pertanian Berbasis Indeks Cuaca Dengan Dependensi Terhadap Hasil Panen

Endah Rokhmati Merdika Putri S.Si.M.Si., Ph.D
Wawan Hafid Syaifudin M.Si., MAct.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian. Oleh karena itu, di berbagai wilayah di Indonesia banyak masyarakat yang menggantungkan usahanya pada sektor pertanian, salah satunya adalah petani bawang merah. Akan tetapi, usaha di sektor pertanian, khususnya petani bawang merah, masih dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan gagal panen yang diakibatkan oleh perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, dan serangan hama. Untuk mengurangi kerugian yang dialami petani akibat adanya resiko pertanian, perlu adanya asuransi yang melindungi usaha petani. Adanya keterkaitan erat (dependency) antara indeks cuaca (weather index) dengan hasil pertanian (yield) merupakan landasan pembentukan asuransi berbasis indeks cuaca. Asuransi berbasis indeks cuaca merupakan opsi lain dari bentuk asuransi pertanian yang masih tradisional. Dengan demikian, bentuk kontrak asuransi pertanian dengan berdasarkan indeks cuaca menjadi lebih reliable dan beresuaian dengan kebutuhan petani. Untuk membangun produk asuransi ini, diperlukan kajian tentang dependensi hasil pertanian dengan indeks cuaca yang ada seperti curah hujan, intensitas matahari, kecepatan angin, dan kelembapan udara. Keuntungan dari asuransi yang berbasis indeks cuaca adalah mampu mengurangi permasalahan asimetrisme informasi yang erat kaitannya dengan seleksi yang merugikan serta moral hazard. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu alternatif asuransi pertanian bagi para petani bawang merah apabila dibandingkan dengan produk asuransi pertanian yang tradisional. Sebagai dampaknya, diharapkan para petani akan lebih terdorong untuk mengasuransikan usahanya pada asuransi berbasis indeks cuaca ini. Untuk mencapai hal tersebut, maka kontrak asuransi perlu didesain agar dapat dijangkau oleh petani, memiliki persyaratan pengajuan yang mudah, dan dapat melindungi petani dari resiko kerugian kegagalan panen akibat faktor cuaca.