2020 : PENGARUH TEMPERATUR PEMADATAN TERHADAP KARAKTERISTIK HASIL UJI MARSHALL UNTUK CAMPURAN LATASTON LAPIS AUS (HRSWEARING COURSE) DENGAN PENAMBAHAN PLASTIK TIPE PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) TERHADAP PARAMETER MARSHALL

Ir. Sukobar MT
Ir. Rachmad Basuki M.T.
Machsus S.T.,M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sampah plastik di Indonesia mencapai 65 ton per tahun sehingga diperlukan sebuah inovasi pengolahan limbah plastik untuk menekan jumlah limbah plastik. Salah satu pemanfaatan limbah botol plastik adalah sebagai bahan tambah pada campuran aspal. Keberhasilan pemadatan campuran aspal erat kaitannya dengan suhu pemadatan. Oleh karena itu, perlu adanya suatu penelitian suhu pemadatan dengan variasi suhu pemadatan yang bertujuan untuk mendapatkan suhu optimum pemadatan. Penelitian ini mengunakan lataston lapis aus (HRS-WC). Kadar aspal optimum yang digunakan yakni 8,2% dan kadar limbah botol plastik PET 6% dari total berat aspal. Komposisi proporsi agregat menggunakan data dari Annisa Karismatika (2018) yang mengacu pada spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode basah, dimana PET dicampurkan kedalam aspal panas. Sebelum dilakukan pembuatan benda uji diperlukan adanya uji karakteristik aspal berdasarkan suhu pencampuran aspal dengan plastik PET dan dilanjutkan dengan pembuatan benda uji dengan variasi suhu pemadatan 100°C, 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, 170°C, dan 180°C. Kata kunci: PET (Polyethylene Terephthalate), Lataston Lapis Aus (HRS-Wearing Course), Temperatur, Pemadatan, Hasil Uji Marshall