2021 : Recovery Limbah Ikan Gabus Menjadi Material Maju (Pelet) Untuk Meningkatkan Produktifitas Ikan Lele Melalui Formulasi Probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL)

Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Limbah padat yang berupa ampas ikan dari proses ekstraksi ikan gabus di PT. Royal Medicalink Pharmalab) masih mengandung protein yang cukup tinggi yaitu 55,80- 58,87%. Sehingga berpotensi untuk diolah lebih lanjut menjadi material maju berupa nutrisi/pakan/pelet ikan. Kegiatan budidaya ikan memerlukan kebutuhan pakan yang besar, karena kebutuhan pakan sebesar 70% dari total biaya produksi. Ikan Lele (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Ikan Lele memiliki beberapa keunggulan seperti pemeliharaan mudah, mampu tumbuh dalam kondisi air yang sedikit (tidak mengalir) dan dapat dibudidayakan pada kepadatan yang tinggi. Masalah penyakit ikan masih menjadi tantangan dalam budidaya ikan Lele. Pemakaian antibiotik menimbulkan akumulasi residu, resistensi obat, imunosupresan dan mengurangi preferensi konsumen pada produk. Probiotik dapat digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari probiotik bakteri asam laktat yang dapat meningkatkan produktivitas dan respon imun Clarias gariepenus. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan penambahan probiotik berupa konsorsium mikroba yang terdiri dari Lactobacillus sp., Lactobacillus fermentii., Lactobacillus delbrueckii., B. subtilis, B. megatorium., Enterobacter aerogenes., E.coli., Staphylococcus sp. dan 2 species fungi genus Aspergillus, A. flavus dan Aspergillus sp. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan berat ikan sebesar 6,97 ± 0,31 g, panjang 2,17 ± 1,24 cm dan kandungan protein 15,63%, selain itu juga peningkatan respon imun dengan jumlah leukosit 27,67x103/sel/mm3. Probiotik yang digunakan pada penelitian tersebut adalah probiotik komersil, sedangkan pada penelitian saat ini akan dilakukan isolasi bakteri asam laktat dari gastrointestinal ikan Lele. Pellet yang digunakan untuk pakan ikan berasal dari limbah esktrak ikan gabus (LEIG) PT. Royal Medicalink Pharmalab Makassar. Metode penelitian yang dilakukan meliputi isolasi dan screening bakteri probiotik dari gastrointestinal ikan Lele. Deteksi gen pengkode bacteriocin dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan skreening aktivitas antimikrobial. Identifikasi kandidat probiotik dilakukan dengan metode PCR. Hasil PCR dikonfirmasi dengan sekuensing kemudian dibandingkan menggunakan BLAST dengan genbank The National Center for Biotechnology Information (NCBI). Formula pakan ikan/pellet yang dibuat adalah 85% dedak padi, 10% tepung tapioka, 1% ragi tempe, dan 4 % vitamin premix. Penambahan LEIG dilakukan dengan perbandingan 50:50. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (P0, P1, P2, P3, P4) dan 3 ulangan. Dosis probiotik yang digunakan adalah 5, 10 dan 20 ml/kg. Probiotik disemprotkan pada pellet dengan kepadatan 106-1010 CFU/ml. Ikan lele dipelihara pada akuarium selama 30 hari. Volume tiap akuarium 30 liter. Ikan lele yang digunakan berumur 6 minggu, berat ± 9 gr dan panjang +10 cm. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3-8% berat tubuh setiap hari. Analisis yang dilakukan adalah laju pertumbuhan ikan Lele, uji proksimat, konversi pakan/Feed Convertion Ratio (FCR) dan uji daya cerna protein. Untuk melihat respon imun non adaptif dilakukan uji tantang dengan metode Uji Postulat Koch. Uji tantang dilakukan dengan menyuntikkan 0,1 ml bakteri Edwardsiella ictaluri dengan kepadatan 106 CFU/ml secara intraperitoneal pada ikan Lele. Setelah 7 hari uji tantang dilihat survival rate, aktivitas fagositosis dan histopatologi. Luaran yang ditargetkan pada penelitian ini adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi dan percepatan penyelesaian studi mahasiswa pascasarjana.