2020 : Pengaruh Land Subsidence di Surabaya terhadap Sebaran Sedimen di Perairan Sekitarnya

Khomsin ST., MT
Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D
Danar Guruh Pratomo ST.MT.
Juan Pandu Gya Nur Rochman S.Si., M.T.


Abstract

Surabaya merupakan kota terpadat kedua di Indonesia yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang sangat pesat. Wilayah kota Surabaya yang memiliki luas 333.063 ha berpenduduk 3.006.789 jiwa dan jumlah tersebut meningkat setiap tahun mengakibatkan semakin banyaknya infrastruktur yang dibangun seperti apartemen, condominium, mall, dan bangunan lain yang menunjang fasilitas penduduk Surabaya. Hal ini menyebabkan terjadi pertambahan beban pada permukaan tanah di Surabaya, terutama di wilayah-wilayah yang terus mengalami perkembangan infrastruktur. Selain itu jumlah penduduk yang tinggi dan berkembangan pusat-pusat industri menyebabkan konsumsi pemanfaatan air tanah meningkat sehingga mengurangi cadangan air tanah. Posisi kota Surabaya yang berada di pesisir juga membuatnya rentan terhadap intrusi air laut. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan deformasi permukaan terutama yang berupa land subsidence (penurunan muka tanah). Percepatan penurunan muka tanah tersebut juga dipengaruhi oleh faktor geologi Surabaya yang sebagian besar berupa endapan alluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola dan kecepatan land subsidence yang terjadi di wilayah kota Surabaya serta menganalisa hubungan antar fenomena land subsidence dengan pola sebaran sedimen yang terjadi di perairan sekitarnya. Pada tahun pertama, penelitian akan difokuskan pada wilayah Surabaya utara dan perairan di sekitar delta sungai. Selain itu akan dilakukan analisa terhadap perubahan air tanah dan kondisi geologi yang diindikasikan mempengaruhi pola land subsidence.