2020 : BIOREMEDIASI TANAH TERKONTAMINASI KROMIUM

Bieby Voijant Tangahu S.T., M.T., Ph.D.
Anak Agung Gde Kartika ST., M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kromium (Cr) pada umumnya ada dalam dua bentuk yaitu Cr3+ dan Cr6+. Kromium (Cr6+) merupakan bentuk yang tidak stabil, memiliki tingkat mobilitas dan toksisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan Cr3+. Keberadaan Cr3+ cukup mendominasi di tanah, yang dihasilkan dari efluen industri yang menggunakannya, diantaranya industri electroplating, industri logam, penyamakan kulit, pendingin air, pulp, pemurnian bijih, serta petroleum. Baku mutu tanah terkontaminasi mengacu pada TK-C PP No. 101 Tahun 2014 yaitu 1 mg/kg dan uji TCLP-C dengan baku mutu 1 mg/L, dimana tanah yang memenuhi tipe C ini dapat digunakan sebagai tanah pelapis dasar. Pencemaran kromium pada tanah dapat diatasi menggunakan pengolahan fisik-kimia atau biologis (bioremediasi). Bioremediasi merupakan alternatif teknologi untuk remediasi sebuah area dan dapat memperbaiki sebuah lahan tercemar secara menyeluruh dan relatif lebih ramah lingkungan karena limbah yang dihasilkan lebih sedikit daripada pengolahan fisik-kimia. Bioremediasi memanfaatkan reaksi metabolisme dari mikroorganisme untuk mendegradasi kontaminan yang terlepas pada lingkungan. Salah satu spesies bakteri yang berpotensi untuk digunakan dalam proses bioremediasi logam berat kromium pada tanah adalah bakteri Bacillus subtillis. Bakteri ini memiliki kadar toleransi cukup tinggi terhadap logam berat, disamping itu juga memiliki kemampuan mereduksi logam Cr dalam tanah dengan presentase efisiensi penyisihan yang tinggi pada kurun waktu tertentu. Penelitian ini akan menguji kemampuan bakteri Bacillus subtillis sebagai agen penyisihan logam berat Cr dalam tanah tercemar dengan menggunakan reaktor sistem batch. Kromium yang akan disisihkan berasal dari air limbah buatan dengan variasi konsentrasi kromium trivalen (Cr3+). Tanah tercemar Cr3+ merupakan tanah dengan variasi komposisi campuran tanah dengan pasir yang dipapari dengan air limbah buatan dengan berbagai konsentrasi Cr3+ untuk mendapatkan karakteristik fisik tanah yang paling tepat dan sesuai untuk kondisi lingkungan bakteri Bacillus subtilis serta mendapatkan konsentrasi pencemar yang dapat diremediasi secara biologis dengan bakteri Bacillus subtilis. Parameter utama penelitian yaitu konsentrasi logam berat Cr3+ yang disisihkan, dianalisis dengan instrumen Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), selain itu juga parameter-parameter lain yang mempengaruhi seperti suhu, pH, kelembaban dan jumlah koloni bakteri yang dianalisis dengan menggunakan metode CFU. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi kultur bakteri Bacillus subtillis terhadap tanah tercemar (b/b) yaitu 5%, 10% dan 15%, dan variasi campuran tanah dan pasir, durasi pengamatan dilakukan selama 14 hari. Hasil dari penelitian ini nantinya akan diperoleh persentase penyisihan kromium oleh bakteri Bacillus subtillis serta didapatkan variasi ratio inokulasi bakteri dengan efisiensi terbaik untuk bioremediasi tanah terkontaminasi kromium.