2020 : PERBANDINGAN ANTARA HASIL ANALISA KAPASITAS DUKUNG PONDASI TIANG BERDASARKAN METODE EMPIRIS DAN METODE ELEMEN HINGGA DENGAN HASIL UJI ANALISA DINAMIS DI LAPANGAN

Prof.Dr.Ir. Herman Wahyudi

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Banyak cara untuk menghitung kapasitas dukung pondasi tiang. Setiap metode memiliki karakteristik dan kecocokannya masing-masing tergantung batasan-batasan dan parameter-parameter yang digunakan. Namun kebanyakan metode yang digunakan merupakan hasil dari penerapan atau penelitian di negara lain yang pola tanahnya yang mungkin tidak sama persis dengan tanah di Indonesia. Metode yang digunakan untuk menganalisa kapasitas dukung pondasi tiang dalam penelitian ini adalah metode empiris yaitu menggunakan metode Reese and Wright (1978) untuk perhitungan kapasitas dukung pada pondasi tiang bor dan menggunakan metode L’Decourt (1982) untuk perhitungan kapasitas dukung pada pondasi tiang pracetak. Dalam penelitian ini juga dilakukan analisa perhitungan kapasitas dukung pondasi tiang meenggunakan metode elemen hingga (FEM, PLAXIS 2017). Untuk mendapatkan kapasitas dukung pondasi tiang aktual di lapangan dilakukan pengujian beban skala penuh (SLT, Static Load Test) atau pengujian beban dinamis (DLT, Dynamic Load Test). Masalah yang sedang terjadi adalah hasil dari metode empiris dan FEM lebih konservatif daripada hasil pengujian SLT dan DLT dilapangan (Kosasi et al., 2014). Untuk hasil pengujian DLT dilapangan juga perlu dikoreksi dengan hasil SLT karena hasil DLT merupakan konversi dari beban dinamis menjadi beban statis (Kosasi et al., 2014). Oleh karena itu perlu dilakukan perbandingan antara hasil analisa perhitungan kapasitas dukung pondasi tiang menggunakan metode empiris dan FEM dengan hasil pengujian DLT. Pengujian DLT biasanya juga disebut PDA (Pile Dynamic Analysis). Hasil perbandingan tersebut akan diteliti lebih lanjut untuk mencari faktor modifikasi antara metode empiris dan FEM dengan hasil DLT sehingga metode empiris dan FEM yang digunakan dapat menghasilkan hasil yang lebih representatif di daerah Surabaya Barat dan Surabaya Timur