2020 : ANALISA SEBARAN POTENSI TINGKAT BAHAYA GEMPA BUMI DI KAWASAN PESISIR (STUDI KASUS : KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN)

Dr.Ir. Teguh Hariyanto M.Sc
Cherie Bhekti Pribadi S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia memiliki tatanan tektonik yang kompleks, hal ini karena wilayah Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng aktif (triple junction) yang saling bertumbukan, yaitu Lempeng Benua Eurasia yang bergerak relatif ke arah tenggara, Lempeng Samudra Indo-Australia yang bergerak relatif ke arah utara, dan Lempeng Pasifik yang bergerak ke relatif arah barat (Hall, 2000). Kabupaten Pandeglang terletak di wilayah pesisir pantai selatan Pulau Jawa yang berdekatan dengan zona subduksi megathrust. Selain itu, gempa bumi di wilayah Kabupaten Pandeglang juga dapat terjadi akibat letusan gunung api di Selat Sunda yaitu Gunung Krakatau yang memiliki potensi terjadinya gempa bumi dan tsunami (Wahyudin, 2011). Untuk itu, perlu adanya penelitian mengenai identifikasi tingkat bahaya gempa bumi. Kabupaten Pandeglang sebagai langkah awal dalam mitigasi bencana. Proses ini menggunakan data gempa bumi multi-event yaitu periode tahun 2010 - 2018. Metode yang digunakan adalah perhitungan PGA (Peak Ground Acceleration) dan intensitas gempa bumi yang setelah itu dilakukan scoring dan analisis spasial beserta parameter tingkat bahaya gempa bumi lainnya.