2020 : Stabilitas Hidraulik Struktur Komposit Rangka Beton dan Batu Alam untuk Bangunan Pelindung Pantai

Sholihin ST.,MT
R. Haryo Dwito Armono ST.,M.Eng.,Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Salah satu cara untuk mereduksi energi gelombang yang datang mendekati pantai yang berpotensi menggerus pantai dan sekaligus merehabilitasi kerusakan ekosistem adalah dengan membuat struktur pelindung pantai. Struktur yang dimaksud bisa berupa breakwater dengan ambang (puncak) yang terletak di bawah elevasi muka air laut atau lazim disebut PeGAR (PEmecah Gelombang Ambang Rendah). Struktur ini umumnya terdiri dari tumpukan batu alam sebagai batu pelindung (armour unit) yang disusun hingga mencapai ketinggian sedikit di bawah muka air saat surut. Demi menjaga kelestarian lingkungan, pemakaian batu alam sebagai batu pelindung struktur PeGAR perlu dibatasi. Untuk itu, batu-batu pelindung struktur PeGAR sebaiknya terbuat dari kombinasi beton dan batu alam dengan stabilitas hidraulik yang cukup. Tetrapod, Dolos, A-Jack, adalah contoh batu pelindung buatan struktur pantai yang dipakai secara luas di Indonesia. Hak Cipta batu-batu buatan sebagian besar dimiliki oleh pihak asing / luar, sehingga dalam setiap konstruksi bangunan pantai yang menggunakan batu-batu buatan tersebut, pemerintah harus membayar royalti untuk pemakaian batu-batu tersebut. Selain itu pemakaian dan penggunaan batu-batupelindung tersebut harus menggunakan teknologi dan peralatan yang memadai, sehingga untuk daerah-daerah yang terpencil agak sulit dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi baru batu pelindung buatan komposit, rangka beton dan batu alam, yang memiliki kinerja cukup baik dan mudah untuk dikerjakan dilapangan. Batu pelindung akan didesain agar menghasilkan struktur pantai yang ramah lingkungan, memiliki stabilitas hidraulik yang baik, sehingga memiliki koefisien stabilitas yang cukup tinggi, serta mudah dalam proses produksi dan pemasangannya dilapangan.