2020 : PEMANTAUAN PERUBAHAN AIR PERMUKAAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT SAR MULTI-TEMPORAL (STUDI KASUS: BANJIR SENTANI, JAYAPURA, INDONESIA)

Filsa Bioresita S.T., M.T.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Air permukaan adalah sumber daya penting untuk biosfer dan antroposfer. Pemetaan air permukaan sangat penting untuk berbagai aplikasi karena selain sebagai sumber daya alam, air juga dapat menimbulkan bahaya, seperti banjir. Sekitar 30% bencana yang terjadi di Indonesia adalah banjir. Bencana ini telah menjadi bencana berulang yang terjadi setiap tahun. Pada tanggal pada 16 Maret 2019, banjir besar melanda Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Indonesia, menyebabkan 104 orang meninggal. Synthetic Aperture Radar (SAR) sebagai salah satu penginderaan jauh aktif adalah cara yang efektif untuk mendeteksi air permukaan di area yang luas. Pada 2014, Badan Antariksa Eropa (ESA) meluncurkan Sentinel-1 dengan resolusi temporal dan spasial yang tinggi. Hal ini menawarkan kemungkinan untuk meningkatkan pemantauan peristiwa banjir. Tujuan dari studi ini adalah untuk memetakan air permukaan dari peristiwa banjir bandang Sentani di Indonesia menggunakan citra Sentinel-1 SAR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rapid mapping. Metode ini mencakup beberapa komponen, yaitu pre-processing, tiling approach untuk fokus pada area permukaan air secara otomatis, pemodelan kelas dengan Finite Mixture Model, dan bilateral filtering. Hasil penelitian yang diharapkan meliputi analisa daerah banjir, sebaran secara spasial, serta tutupan lahan yang terdampak. Dengan penelitian ini diharapkan dapat mendorong untuk pemetaan banjir secara cepat dan langkah pertama untuk manajemen bencana. Target luaran yang diharapkan adalah artikel jurnal internasional terindeks dan konferensi internasional.