2021 : ELECTRIK RICE TRANSPLANTING MACHINE DENGAN SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI PENGATUR JARAK TANAM.

Liza Rusdiyana ST.,MT.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Seiring berkembangnya teknologi manusia semakin dimudahkan dalam pekerjaannya. Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Di Indonesia, padi merupakan komoditas utama dalam menyokong pangan masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Menurut data BPS (2011), konsumsi beras pada tahun 2011 mencapai 139 kg kapita/tahun dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa, sehingga konsumsi beras nasional pada tahun 2011 mencapai 34 juta ton. Kebutuhan akan beras terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dari pertumbuhan produksi pangan yang tersedia. Oleh karena itu, kebijakan ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam pembangunan pertanian Hal yang membuat teknologi dalam pertanian begitu penting adalah karena mayoritas petani Indonesia saat ini adalah mereka yang sudah berada di usia yang dikatakan tidak produktif lagi. Mereka rata-rata sudah berusia antara 45-60 tahun. Maka dengan adanya teknologi yang membantu mereka diharapkan produktivitas pertanian di Indonesia akan semakin tinggi peningkatannya dari tahun ke tahun serta para petani yang umumnya berusia lanjut tersebut dapat bekerja dengan lebih mudah dalam mengelola sawahnya (Grehenson, 2012). Transplanter merupakan alat penanam bibit dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. Penggunaan transplanter sebagai alat tanam bibit padi diharapkan dapat mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan, kapasitas kerja menjadi lebih tinggi dan pendapatan petani bertambah. Konstruksinya yang kecil dan ringan maka sangat cocok untuk kondisi sawah yang umumnya mempunyai petakan dan struktur pemilikan lahan yang kecil. Dalam Rice Transplanter ini nanti disematkan sensor ultrasonic/infrared yang nanti dapat membantu menjaga jarak tanam padi menjadi beraturan, sehingga tidak ada pembuangan lahan yang diakibatkan oleh penanaman yang tidak terukur jaraknya.