2020 : Inkubasi Bisnis Virtual melalui Learning Management System untuk Penguatan Industri Kreatif dan Pengembangan Ekonomi Daerah: Integrasi Pendekatan Data Envelopment Analysis, Business Process Modelling Notation, dan House of Quality

Reny Nadlifatin S.Kom, MBA, Ph.D
Puti Sinansari S.T., M.M
Syarifa Hanoum ST., MT.
Satria Fadil Persada S.Kom,MBA,Ph.D


Abstract

Kajian mengenali pengembangan ekonomi suatu daerah telah banyak dilakukan. Sebagian besar penelitian tersebut berujung pada formulasi strategi pengembangan industri atau wilayah secara general. Penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu karena pengembangan ekonomi lokal dilakukan secara spesifik melalui pengembangan industri dan penguatan kapasitas sumber daya dan pelaku-pelakunya dalam platform inkubasi bisnis dengan menggunakan platform Learning Management System. Industri kreatif di Propinsi Jawa Timur akan diangkat sebagai konteks empiris dalam penelitian ini karena industri kreatif mayoritas terdiri atas usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga perkembangannya sangat berdampak pada pengembangan potensi lokal suatu daerah. Mengingat luasnya konteks penelitian dan kedalaman studi, penelitian ini diusulkan untuk dilakukan selama jangka waktu tiga tahun. Tahun pertama bertujuan untuk melakukan pemetaan kondisi eksisting serta pemetaan potensi industri kreatif yang akan diprioritaskan untuk dikembangkan. Tahun kedua bertujuan untuk memformulasi strategi pengembangan industri dan penguatan kapasitas sumber daya dan pelaku-pelaku industri. Tahun ketiga bertujuan untuk membangun sistem inkubasi bisnis berbasis pembelajaran daring dalam platform Learning Management System. Penelitian pada tahun pertama diawali dengan melakukan pemetaan tingkat potensi sektor-sektor ekonomi (basis dan non basis) berdasarkan keuntungan lokasi industri kreatif di seluruh daerah (Kota/Kabupaten) di Jawa Timur. Tahapan ini dilakukan dengan metode data envelopment analysis yang bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi kinerja industri kreatif dan menentukan sub sektor industri kreatif yang potensial untuk dikembangkan. Tahapan kedua adalah meneliti proses bisnis sub sektor potensial/prioritas dengan pendekatan business process modelling notation. Output dari tahapan ini adalah peta proses bisnis yang akan menjadi dasar tahap berikutnya ditahun kedua. Penelitian pada tahun kedua diawali dengan menyusun strategi pengembangan bisnis yang komprehensif dengan mempertimbangakn semua faktor: politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, serta persaingan dalam dan luar industri, serta memperhatikan kekuatan dan kelemahan industri kreatif dalam mengoperasionalisasi proses-proses bisnis kuncinya. Disamping itu, suatu sistem pengukuran kinerja juga dirancang. Mengingat industri beroperasi pada lingkung eksternal yang dinamis, sistem pengukuran kinerja akan dirancang dengan pendekatan metode simulasi system dynamics. Penelitian pada tahun ketiga merupakan tindak lanjut rancangan program penguatan kapasitas UKM kreatif dengan pendekatan House of Quality. Selanjutnya, program penguatan kapasitas ini akan dirancang dalam suatu sistem inkubasi bisnis virtual platform Learning Management System. Output luaran penelitian ini adalah: Peta industri kreatif prioritas di Jawa Timur, peta proses bisnis kunci dari industri kreatif prioritas, sistem pengukuran kinerja dinamis industri kreatif prioritas, program penguatan kapasitas UKM kreatif, dan inkubasi bisnis dalam platform web-based learning Management system. Output luaran penelitian akan diseminasikan kepada para pelaku industri kreatif, instansi-instansi terkait, serta forum ilmiah nasional dan internasional untuk pengembangan keilmuan dibidang kebijakan pengembangan industri, manajemen industri kecil dan menengah, dan inkubator bisnis.