2021 : MODEL MATEMATIKA PADA PERHITUNGAN MANAJEMEN DANA PREMI DAN PENENTUAN PORSI DANA TABARRU’ UNTUK ASURANSI JIWA SYARIAH DENGAN SKEMA WAKALAH

Galuh Oktavia Siswono S.Si, M.Si, M.Act.Sc

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Asuransi adalah suatu perjanjian antara pihak pemberi perlindungan, yakni perusahaan asuransi, dengan pemegang polis, yakni seseorang yang membeli polis asuransi. Pada konsep asurasni, sebagai pengganti memberikan perlindungan terhadap risiko yang akan terjadi di masa yang akan datang, pemegang polis memiliki kewajiban untuk membayar sejumlah iuran yang dikenal sebagai premi. Secara garis besar, jenis asuransi ada dua, yakni asuransi jiwa dan asuransi umum. Asuransi Jiwa memiliki konsep memberikan benefit pada saat kematian terjadi pada tertanggung atau pemegang polis. Sedangkan asuransi umum atau Property and Casualty Insurance, memberikan benefit sesuai dengan kondisi yang tertera pada polis asuransi, dimana memungkinkan pemegang polis mengajukan klaim lebih dari satu kali asalkan besarnya masih di bawah batas polis. Perkembangan asuransi di Indonesa dibagi menjadi dua sistem, yakni asuransi konvensional dan asuransi syariah. Asuransi konvensional adalah asuransi yang dijalankan sesuai dengan sistem asuransi pada umumnya, sedangkan asuransi syariah adalah asuransi yang dilandaskan pada prinsip-prinsip ajaran agama Islam. Konsep asuransi syariah adalah setiap orang diharapkan untuk saling melindungi dan membantu satu sama lain dalam rangka menghadapi risiko tertentu melalui suatu asset dan/atau dana abadi, yang dikenal dengan dana Tabarru’. Selain itu, perjanjian atau kontrak yang dibuat untuk asuransi syariah juga harus mengikuti hukum transaksi tertentu yang disebut dengan Aqd. Aqd dapat memiliki dua tujuan dasar, yakni tujuan amal dan tujuan komersial. Pada bagian amal (Tabarru’), pemegang polis atau seseorang yang membeli polis asuransi diminta untuk menyediakan kontribusi yang digunakan untuk membantu semua peserta yang mengalami suatu risiko, nilainya sama dengan premi pada asuransi konvensional. Sedangkan pada bagian komersial (disebut dengan Tijara’), perusahaan memiliki wewenang untuk mengatur dana dari pemegang polis melalui investasi dan sebagai ganti usaha pengelolahan dana, perusahaan akan menerima intensif. Sistem ini pada asuransi Syariah juga dikenal dengan skema wakalah. Skema wakalah atau dikenal dengan wakalah bil ujrah merupakan akad dimana pemegang polis memberikan kuasa kepada perusahaan asuransi Syariah untuk mengelola dana dengan imbalan berupa intensif atau ujrah yang segala ketentuannya telah ditentukan dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Pada penelitian ini akan dibahas model mengenai alokasi optimal pada dana Tabarru’ dengan menggunakan prinsip Equivalence Principal (EP). Berdasarkan prinsip EP, jumlah ekspektasi nilai sekarang dari keuntungan dan pengeluaran sama dengan yang nilai ekspektasi saat ini dari pendapatan premi bruto. Simulasi akan dilakukan untuk mendapatkan porsi optimal dana Tabarru’ dengan menggunakan data pada Tabel Mortalitas Indonesia IV yang telah dirilis oleh AAJI pada tahun 2019. Sehingga, penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan model matematika dan porsi optimal dana tabarru’ dari asuransi Syariah dengan skema wakalah. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memperoleh hasil simulasi dari perhitungan porsi dana tabarru’ pada asuransi Syariah dengan skema wakalah.