2020 : ANALISA VARIASI RIGGING PADA PROSES DECOMMISSIONING TAHAP LIFTING JACKET PLATFORM 4 KAKI

Dr. Eng. Rudi Walujo Prastianto ST., MT.
Raditya Danu Riyanto ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Anjungan minyak merupakan suatu kebutuhan vital dalam proses ekstraksi minyak bumi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak bumi dan gas di seluruh dunia. Berdasarkan lokasinya, secara umum proses pengeboran minyak bumi dilakukan di darat maupun di wilayah berair (i.e. laut, rawa, sungai). Apabila pengeboran dilakukan di lokasi lepas pantai (laut) maka dibutuhkan anjungan untuk menunjang kegiatan eksploitasi minyak bumi dan gas. Salah satu anjungan yang paling umum ada di indonesia adalah jacket structure. Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 300 platform lepas pantai berupa jacket structure dengan hampir diantaranya adalah platform tua yang akan dilakukan decommisioning. Proses ini merupakan proses penutupan kegiatan eksplorasi migas yang direncanakan sedemikian rupa dengan tujuan menjaga keberlangsungan kehidupan biologis di laut dan mencegah polusi, menjaga keamanan transportasi laut, yang ditunjang oleh standar praktis decommissioning dan regulasi terkait. Proses decommissioning sejatinya adalah kegiatan yang menjadi cost tambahan dalam proses ekplorasi minyak dan gas, namun kegiatan ini adalah salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh operator lapangan migas. Maka dari itu, operator lapangan migas harus melakukan kegiatan decommisioning yang efektif dan efisien dengan biaya serendah mungkin. Namun demikian, riset yang dilakukan di dunia di tahap decommisioning sangatlah terbatas. Penelitian pemula ini membahas tentang proses decommisioning pada jacket structure, terutama pada tahapan lifting yang memakan banyak waktu dan biaya paling banyak. Studi efektivitas model rigging dan tahapan lifting-nya akan dilakukan di software Orcaflex. Tahapan pertama dalam penelitian ini adalah melakukan analisis gerakan crane barge yang digunakan dalam proses decommisioning. Kemudian, respon tegangan sling dan padeye akibat variasi model rigging yang digunakan dalam proses lifting struktur jacket dihitung dan akan ditentukan konfigurasi terbaik untuk jacket dengan 4 kaki. Selama proses ini, terdapat gerakan pendulum yang terjadi pada crane saat proses lifting berlangsung, efek gerakan ini akan memberikan respon yang berbeda sehingga fenomena pendulum ini akan menjadi salah satu topik kajian yang akan dibahas lebih dalam. Penelitian ini secara umum diharapkan dapat menjadi referensi dalam proses decommisioning di lapangan sehingga dapat bermanfaat pada masyarakat luas. Secara khusus, dalam tataran komunitas peneliti, hasil penelitian ini menjadi pijakan dalam penelitian lebih lanjut dengan topik yang sama. Luaran minimum yang ditargetkan dalam analisis ini adalah satu jurnal international terindeks scopus q3 dan satu konferensi internasional terindeks scopus. Kata kunci: decommisioning; rigging; jacket structure 4 kaki; sling; pendulum motion