2020 : Perencanaan Armada Short Sea Shipping Guna Mengurangi Beban Jalan di Wilayah Pantai Utara Jawa dan Sumatera

Ir. Tri Achmadi Ph.D
Achmad Mustakim S.T., M.T., MBA
Danu Utama S.T.,M.T
Pratiwi Wuryaningrum ST., MT


Abstract

Pulau Jawa merupakan pusat kegiatan ekonomi di Indonesia. Selain Pulau Jawa, ekonomi Indonesia juga didukung oleh Pulau Sumatera. Pengembangan Koridor Ekonomi Jawa dan Sumatera menjadi sangat penting, karena ekonomi keduanya berpotensi dapat berkembang dari ekonomi berbasis manufaktur ke jasa. Secara umum, jalanan di Pulau Jawa dibagi menjadi jalur selatan dan jalur utara (pantura). PDRB Pantura diproyeksikan tumbuh sampai 3-4 kali lipat sampai tahun 2030, ekspor impor di sepanjang Pantura diperkirakan bernilai 38,5% dari nilai ekspor impor nasional. Sehingga dalam 10 tahun ke depan, dengan adanya MP3EI, perekonomian di Pantura diproyeksikan dapat bertumbuh sampai 3-4 kali lipat. Transportasi merupakan hal penting dalam mewujudkan semua itu karena transportasi merupakan bagian dari kegiatan logistik. Beban biaya logistik di Indonesia merupakan salah satu beban biaya yang dinilai cukup berpengaruh besar, karena dapat mencapai 35% dari total keseluruhan biaya yang dikeluarkan produsen. Di Pulau Jawa maupun Sumatera, transportasi darat merupakan moda transportasi yang paling sering digunakan sebagai sarana pengangkut penumpang maupun barang. Secara goegrafis, topografi Pulau Jawa yang relatif datar dan tidak adanya sungai-sungai besar membuat transportasi darat merupakan sarana transportasi yang perkembangannya sangat cepat. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang cukup tinggi membuat arus lalu lintas di jalan raya semakin meningkat. Namun peningkatan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas jalan raya. Di lain pihak arus lalu lintas baik penumpang maupun barang terus meningkat. Selain itu transportasi darat seringkali dihadapkan pada masalah menurunnya kualitas dan keberlanjutan pelayanan infrastruktur transportasi darat (kemacetan lalu lintas, tingginya tingkat kecelakaan, polusi, pemborosan energi, dan kurang memadainya moda transportasi). Akibat dari semua itu tentunya adalah biaya tinggi pada transportasi, ditambah lagi dengan biaya eksternalitas dari transportasi darat tersebut. Dari permasalahan tersebut muncul solusi untuk mengalihkan moda transportasi darat ke transportasi laut yaitu dengan mengadakan perencanaan pelayaran jarak pendek (short sea shipping) di wilayah pesisir Pantura Jawa dan Sumatera, namun penerapan tersebut tidak terlalu didukung oleh minat masyarakat dikarenakan selama ini kita telah ketahui bahwa biaya pengiriman melalui laut lebih mahal dan lebih lama jika dibandingkan melalui darat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dianalisis solusi untuk pengurangan biaya melalui laut dengan pemberlakuan insentif untuk jalur laut, dengan sumber biaya melalui pengurangan biaya yang telah dianggarkan untuk pengadaan mobilisasi logistik melalui jalur darat, sehingga dapat mendorong masayarakat khususnya pengguna jalur pantura untuk beralih ke jalur laut.