2021 : Pemetaan Aliran Sungai Bawah Tanah Daerah Karst Dengan Metode FLV (Studi Kasus Daerah Krawak, Singgahan Tuban )

Moh. Singgih Purwanto S.Si., M.T.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sumber Mata Air Krawak adalah sumber mata air yang keluar dari celah celah bebatuan sungai, krawak berada di tengah tengah hutan jati Desa Guwoterus Kecamatan Montong, Tuban. sumber mata air Krawak menjadi sumber pengairan irigrasi untuk lahan pertanian di daerah Kecamatan Montong, Tuban. Dan juga krawak merupakan sumber Mata air dari objek wisata alam lain yaitu Air Terjun Nglirip. Karena pentingnya sumber mata air ini perlu dijaga kebelanjutanya yaitu dengan mengetahui daerah recharge area dan aliran sungai bawah tananhya agar tidak berubah fungsi. Untuk mengetahui jalur sungai bawah tanah secara regional yang melewati lorong-lorong gua, dibutuhkan suatu metode geofisika yang efektif dan efisien sesuai dengan keadaan topografi di daerah penelitian. Keadaan topografi daerah penelitian merupakan daerah karst berupa bukit-bukit, sehingga membutuhkan suatu metode yang menghasilkan respon jelas dan akuisisi data yang relatif mudah walaupun medan cukup berat, serta memiliki resolusi tinggi pada kedalaman dangkal. Metode elektromagnet VLF cukup menjanjikan untuk digunakan dalam pemetaan sungai bawah tanah di daerah karst. Metode VLF merupakan salah satu metode dengan memanfaatkan gelombang elektromagnet yang dipancarkan dari pemancar radio. Metode ini dipilih untuk menyelidiki sungai bawah tanah di daerah karst karena kontras dari batuan (lebih resistif atau konduktif) yang cukup signifikan. Aliran sungai bawah tanah pada medium batu gamping erat sekali kaitannya dengan retakan dan rekahan yang dapat melebar secara unik karena proses pelarutan. Kenampakan tersebut sering terisi oleh fluida berupa air yang kandungannya bervariasi, sehingga peningkatan konduktivitas listrik cukup signifikan daripada lingkungan karst itu sendiri dan membuatnya mudah dideteksi dengan teknik elektromagnet seperti VLF-EM (Coppo et al, 2006). Penggunaan data VLF juga memungkinkan untuk mendeteksi dan menggambarkan struktur variasi karst secara luas, serta dapat memperkirakan jalur-jalur interkoneksi dalam karst yang biasanya diisi oleh air atau sedimen. Hasil luaran dari penelitian ini minimal jurnal nasional yang terakredetasi.