2020 : Prototipe Alat Pembangkit Gelombang untuk Studi Ketahanan Bangunan Lepas Pantai Tahan Tsunami

Umboro Lasminto ST., M.Sc.
Anak Agung Ngurah Satria Damarnegara ST., MT
Dr. Berlian Al Kindhi S.ST., MT.


Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki risiko adanya bencana tsunami yang cukup besar. Dari dampak kejadian tsunami di Aceh tahun 2004, Palu 2018, dan Serang 2018 dapat dianalisa bahwa bangunan lepas pantai yang terhantam tsunami hampir semuanya roboh dan hancur, tampak bahwa konstruksi dan kualitas bangunan di pesisir pantai masih dalam kondisi tidak tahan goncangan ombak yang cukup deras. Untuk menghindari kerugian materi berupa bangunan akibat bencana tsunami, perlu dilakukan studi ketahanan bangunan disekitar pesisir pantai terhadap hantaman ombak. Selain itu, diperlukan juga adanya bangunan pelindung yang tahan ombak di pesisir pantai untuk menahan ombak tersebut. Salah satu ujung tombak pengembangan teknologi kelautan dan maritim adalah pada laboratoriumlaboratorium yang fokus pada penyelesaian permasalahan kelautan dan perkapalan. Untuk mewujudkan laboratorium yang mampu bersaing dan bekerja optimal, fasilitas dan peralatan harus mampu menunjang pendidikan, penelitian dan pengembangan teknologi kelautan dan kemaritiman kelas dunia. Namun, ketersediaan alat-alat tersebut masih cukup minim, dan harus diimpor dari luar negeri, salah satunya adalah alat pembangkit gelombang (wave maker). Alat pembangkit gelombang merupakan alat pokok yang diperlukan dalam melakukan uji ketahanan bangunan ataupun kapal terhadap gaya-gaya yang ditimbulkan oleh gelombang. Oleh karena itu, alat ini sangat penting keberadaannya dalam laboratorium-laboratorium yang fokus pada permasalahan pantai, kelautan dan perkapalan. Perkembangan teknologi alat pembangkit gelombang telah dimulai sejak lama, namun untuk mampu berkompetisi dengan alat dari luar negeri, perlu dirancang sistem kontrol yang presisi dan akurat. Selain sistem kontrol tersebut, teknologi peredaman distorsi gelombang merupakan hal penting untuk memperoleh kondisi pengujian yang sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan yang ada salah satu sistem kontrol peredam distorsi gelombang yang umum digunakan adalah dengan menggunakan feedback controller dari hasil filtering gelombang yang dibangkitkan selama pengujian. Namun, sistem ini sangat bergantung pada persamaan-persamaan matematis yang dikodifikasi pada sistem kontrol pembangkit gelombang. Dalam proposal ini, akan diusulkan perancangan suatu alat pembangkit gelombang yang mampu bersaing dengan alat produksi luar negeri namun dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan tersedianya alat pembangkit gelombang yang kapabel dan ekonomis, diharapkan mampu meningkatkan kualitas laboratorium-laboratorium pantai, kelautan dan perkapalan di seluruh Indonesia, sehingga dapat bersama-sama menunjang perkembangan infrastruktur kelautan dan kemaritiman. Selain itu alat yan diusulkan nantinya mampu melakukan redaman gelombang secara otomatis berbasis kecerdasan buatan yang selama ini belum pernah dijumpai di alat pembangkit gelombang yang sudah ada.