2021 : Model Intensitas Log-Additive untuk Cluster Point Processes (Studi Kasus: Analisis Risiko Gempabumi di Sulawesi-Maluku)

Dr. Achmad Choiruddin S.Si., M.Sc

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pemodelan distribusi kejadian gempabumi menggunakan model stokastik spatial point process telah menjadi penelitian standard, mulai dari pemodelan fungsi momen pertama (intensity) hingga fungsi momen kedua (pair correlation function atau K-function). Penelitian terdahulu berfokus pada analisis data katalog gempabumi (koordinat lokasi, waktu kejadian, magnitude, dan kedalaman gempabumi) tanpa melibatkan variabel geologis. Selain itu model yang dikembangkan bergantung pada model stationer. Beberapa tahun terkahir, pengembangan model tidak stasioner telah dilakukan dengan membentuk intensitas log-linier yang dapat melibatkan variabel geologis untuk mendeteksi tren spasial dan mengukur pengaruh keberadaan variabel tersebut terhadap risiko gempabumi. Kelemahan model intensitas ¬log-linear adalah pada kurangnya fleksibilitas dalam menentukan hubungan antar variabel. Penelitian ini berfokus pada dua hal: (1) mengembangkan model intensitas log-additive untuk cluster point processes dan (2) mendapatkan metode estimasi parameter yang efisien. Metode estimasi akan dikembangkan dalam dua step, dimana step pertama parameter pada model intensitas diestimasi dengan penalized iteratively re-weighted least squares dan pada tahap dua parameter model cluster didapatkan dengan membangun dan memaksimumkan second order composite likelihood. Hasil pengembangan model dan metode estimasi parameter tersebut kemudian diaplikasikan untuk memodelkan persebaran gempabumi mayor (M≥5) di Sulawesi dan Maluku dengan melibatkan tiga faktor geologis yaitu jarak episentrum gempabumi terhadap sesar aktif, zona subduksi, dan gunung api terdekat. Hasil pemodelan tersebut dijadikan sebagai basis penyusunan peta prediksi risiko gempabumi mayor di Sulawesi dan Maluku.