2020 : Optimasi Penempatan Sensor Arus untuk Deteksi Korosi dalam Saluran Pipa Air

Umi Laili Yuhana S.Kom., M.Sc.
Ary Mazharuddin Shiddiqi S.Kom., M.Comp.Sc.,
Dr.Eng. Radityo Anggoro S.Kom, M.Sc


Abstract

Seiring berjalannya waktu, pipa-pipa distribusi air bawah tanah dapat mengalami korosi dikarenakan reaksi dengan air dan mineral yang terbawa di dalamnya. Umumya digunakan perlindungan katodik untuk mengurangi korosi. Perlindungan ini bekerja dengan cara membalikkan arah arus korosi. Meskipun saat ini perlindungan katodik adalah yang paling efektif dalam mengurangi korosi, namun tidak bisa sepenuhnya menghilangkan kemungkinan terjadinya korosi pada pipa air dalam tanah. Selain itu, perlindungan katodik mempunyai efek samping timbulnya molekul hidrogen yang dapat terserap ke dalam logam sehingga menyebabkan hydrogen embrittlement (kegetasan hidrogen). Sehingga, diperlukan sebuah metode yang dapat mendeteksi gejala terjadinya korosi pada pipa air bawah tanah. Penelitian ini mengembangkan metode deteksi korosi pada pipa distribusi air dalam tanah dengan menggunakan sensor arus air. Penelitian ini memodelkan arus dalam jaringan distribusi air sebagai Directed Acyclic Graph (DAG) dimana pipa dimodelkan sebagai edge dan titik distribusi air dapat dimodelkank sebagai node. Sedangkan besar kecilnya arus di dalam pipa dapat dimodelkan sebagai weight dari sebuah edge. Jika ada perubahan pola konsumsi air, maka DAG yang terbentuk akan berubah. Perubahan ini dapat berupa perubahan weight dari edge atau jika perubahan konsumsinya cukup besar, maka dapat memicu perubahan arah dari edge dari DAG. Keunikan perubahan ini dapat digunakan untuk mengkarakterisasi perubahan kondisi dinding dalam pipa. Ketika pipa terkorosi, maka arus air dalam pipa akan berkurang dikarenakan gesekan dengan material korosi. Semakin tebal korosi, maka efeknya pada pengurangan arus air akan makin besar sehingga dapat digunakan untuk perencanaan perawatan pipa oleh perusahaan air. Metode yang dikembangkan diuji dengan data simulasi arus air yang mengalir pada pipa bebas korosi dan pipa terkorosi. Analisa uji coba berguna untuk memberikan informasi dan peringatan akan adanya kemungkinan ledakan kebocoran pipa air (burst). Hasil analisa divalidasi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan dibandingkan dengan kondisi lapangan. Hasil analisa direncanakan akan digunakan untuk penjadwalan perawatan jaringan pipa air sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dan menyesuaikan agenda. Selain itu, hasil Analisa berguna untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi burst pada pipa-pipa di area yang diklasifikasikan dalam kondisi rawan.