2020 : METODE HYBRID COPULA UNTUK MEMODELKAN SPATIAL EXTREME VALUE PADA DATA CURAH HUJAN EKSTRIM

Jerry Dwi Trijoyo Purnomo S.Si, M.Si., Ph.D
Dr. Sutikno S.Si, M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Seiring dengan terjadinya fenomena global warming, cuaca ekstrim sering melanda berbagai wilayah di Indonesia. Cuaca ekstrim ini membawa akibat yang tidak menguntungkan bagi masyarakat. Sebagai contoh adalah kondisi El Nino dimana curah hujan menjadi sangat rendah, sehingga wilayah Indonesia mengalami kemarau yang panjang, ataupun sebaliknya adalah La Nina, dimana curah hujan hujan menjadi tinggi, sehingga banyak wilayah Indonesia yang banjir. Ini sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian Indonesia, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di bidang pertanian. Dampak cuaca ekstrim tersebut dapat diminimalisir dengan mempelajari pola dan karakteristik dari kejadian ekstrem. Salah satu metode statistika yang dikembangkan untuk mengidentifikasi kejadian ekstrem adalah Extreme Value Theory (EVT). Seringkali, kejadian ekstrim terjadi tidak hanya pada satu lokasi (univariat), namun dapat terjadi di beberapa lokasi (multivariat), dan antar lokasi tersebut saling berhubungan. Berdasarkan hal tersebut, pengembangan ilmu mengenai Spatial Extreme Value (SEV) banyak dikembangkan. Beberapa pendekatan spasial yang digunakan adalah Max-Stable Process (MSP) dan Copula. Copula merupakan suatu fungsi dari dua hubungan distribusi yang masing-masing memiliki fungsi marjinal distribusi. Metode Copula ini dapat menangkap fenomena ekstrim, sekaligus menggambarkan hubungan antara lokasi yang mengalami kejadian ekstrim. Dalam penelitian ini akan dikembangkan pendekatan Student’s t Copula karena jenis Copula ini memiliki sifat fat joint tail, yang mengindikasikan bahwa metode ini tepat digunakan pada data yang bersifat ekstrim. Selain itu akan dikembangkan juga suatu pendekatan modifikasi iterasi numerik BFGS Quasi Newton, mengingat parameter yang didapatkan dengan menggunakan metode SEV tidak closed form. Data curah hujan harian di Kabupaten Ngawi tahun 1989-2010 akan digunakan sebagai studi kasus dalam penerapan metode ini. Pemilihan Ngawi sebagai studi kasus karena Kabupaten ini merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Timur. Dilain pihak, cuaca ekstrim seringkali terjadi di Kabupaten ini.