2020 : Pengaruh Rancangan Geometri dan Bahan Selubung Bangunan pada Lingkungan Termal di Ruang Luar Publik Bangunan Rusunami Bertingkat Tinggi di Indonesia

Dr Eng. Dipl Ing. Ir. Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Bangunan memiliki peran sebagai penyerap dan pemantul panas yang dapat meningkatkan temperatur serta sebagai pembentuk pembayangan dalam menurunkan temperatur udara dalam suatu lingkungan perkotaan, dimana jumlah radiasi matahari langsung di ruang luar dipengaruhi oleh geometri permukaan karena geometri permukaan menentukan pembayangan yang terbentuk di ruang terbuka. Bangunan apartemen adalah salah satu desain bangunan tinggi berkonfigurasi yang membentuk ruang luar. Konfigurasi ini memiliki potensi membentuk pembayangan pada lingkungan di sekitarnya yang mampu menurunkan suhu permukaan dan penyebaran radiasi panas apabila konfigurasi massa bangunan tersebut diarahkan dan ditata dengan pertimbangan bentuk baik bangunan, rancangan tapak dan orientasi fasadnya. Namun, sejauh mana pengaruh penataan massa bangunan apartemen dengan pola pembayangan yang dihasilkannya terhadap kondisi termal di ruang luar, perlu dikaji melalui model konfigurasi massa bangunan serta pembayangan sehingga tercipta kondisi termal ruang luar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konfigurasi bangunan apartemen terhadap lingkungan termal luarnya melalui metode eksperimen dengan menggunakan bantuan simulasi software ENVI-met 4. Permodelan dilakukan dengan mengambil beberapa bentuk tipologi apartemen yang sudah ada dengan memberikan perlakuan pada rasio tinggi dan lebar antar bangunan (H/W) serta orientasi dan konfigurasi rancangan tapaknya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hubungan antara massa bangunan dan pola bayangan yang dihasilkannya terhadap kondisi termal di ruang luar apartemen. Penurunan suhu di ruang luar apartemen dengan perubahan geometri bangunan pola bujur sangkar lebih efektif dibanding pola pararel, dengan rasio H/W yang memberikan hasil yang signifikan dengan nilai H/W=6 pada orientasi Utara-Selatan.