2019 : KONSEP GENDER SENSITIVE PADA RUANG PUBLIK INKLUSIF DI PERMUKIMAN KAMPUNG SURABAYA

Ima Defiana ST. MT.
Nur Endah Nuffida S.T., M.T.
Dr. Arina Hayati S.T., M.T.
Sarah Cahyadini S.T.,M.T.
Angger Sukma Mahendra, S.T, M.T


Abstract

Aspek inklusivitas dalam perancangan dan perencanaan lingkung bina telah menjadi bahasan penting dalam penelitian arsitektur beberapa tahun terakhir. Urgensinya sangat terkait dengan pengguna utama lingkung bina itu sendiri, yaitu manusia. Secara sosial dan budaya, manusia mendapat peran yang berbeda, yang didasarkan pada kondisi biologis laki-laki dan perempuan. Konsep ini dikenal sebagai peran gender (gender role). Perbedaan peran gender menjadi dasar persepsi yang akan membentuk dan menentukan bagaimana ruang didefinisikan, digunakan dan juga ditransformasikan. Ruang publik yang baik harus dapat memenuhi kebutuhan penggunanya, baik laki-laki maupun perempuan. Di sisi lain, ruang publik pada permukiman kampung seperti taman, balai RT atau lapangan bermain diyakini memiliki fungsi kuat sebagai pengikat sosial warganya dan menjadi modal sosial lingkung bina. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan dan mengeksploraasi konsep peka gender (gender sensitive) dalam konteks ruang publik pada permukiman kampung kota dengan melihat potensi yang dimiliki ruang publik yang dimaksud. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Observasi langsung dilakukan pada ruang publik untuk mengetahui potensi dan tantangannya terhadap kepekaan gender (gender sensitivity). Wawancara semi struktural dilaksanakan untuk melengkapi data primer. Hasil analisis dari data pengamatan dan wawancara ini dapat menjadi dasar untuk melakukan intervensi desain dalam mendukung konsep inklusifitas lingkung bina, khususnya pada konteks ruang publik.