2020 : Karakterisasi Endapan Tufa Gunung Api Kelud Berdasarkan Sifat Geomagnetik dan Geokimia

Dr. Widya Utama DEA
Mariyanto S.Si., M.T

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Endapan tufa merupakan salah satu produk vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung api. Karakterisasi endapan tufa bermanfaat untuk memahami kondisi geologi dari daerah vulkanik. Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Endapan tufa dari Gunung Api Kelud merupakan produk vulkanik dengan distribusi luas yang dapat digunakan sebagai penanda geologi. Di daerah vulkanik seperti Indonesia, identifikasi sumber lapisan tufa dari gunung api yang berbeda atau peristiwa erupsi adalah hal yang menantang dan perlu dilakukan. Dalam penelitian ini, sampel endapan tufa dari letusan Gunung Api Kelud akan diambil dan diukur menggunakan serangkaian metode pengukuran geomagnetik dan analisis geokimia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik geomagnetik geokimia dari endapan dan menguji karakteristik geomagnetik geokimia sebagai penanda untuk mengidentifikasi endapan tufa Gunung Api Kelud. Studi ini akan sangat berguna untuk mengungkap sejarah aktivitas gunung api serta menentukan sejarah geomagnetisme. Studi ini juga akan memberikan informasi yang berguna untuk studi bahaya gunung api sehingga dapat menarik minat publik. Nantinya studi ini akan memberikan dataset yang sangat ditunggu untuk model geomagnetik dunia yang sekarang sedang dipelajari baik di AS dan Eropa. ITS sebagai salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur harus ikut andil dalam melakukan studi tentang gunung api yang ada di Jawa Timur. Oleh karena itu, penelitian terkait geomagnetik geokimia pada endapan tufa dari Gunung Api Kelud sangat perlu dilakukan sebagai data penunjang untuk mengungkap sejarah aktivitas gunung api, bahaya erupsi serta menentukan sejarah geomagnetisme. Target luaran dari penelitian ini adalah publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus. Draft naskah artikel ilmiah direncanakan akan dipublikasikan di Journal of Asian Earth Sciences yang merupakan terbitan Elsevier terindeks Scopus Q1.