2020 : PENGUKURAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Dr.Ir. Sri Gunani Partiwi M.T.
Arief Rahman ST., M.Sc
Naning Aranti Wessiani S.T., M.M.
Retno Widyaningrum ST, MT, M.B.A, Ph.D


Abstract

Employee Engagement merupakan pola interaksi pegawai dalam suatu organisasi menunjukkan seberapa besarnya semangat, dedikasi, dan kenyamanan pegawai dalam lingkungan kerjanya. Berbagai respon perilaku pegawai dapat digunakan sebagai ukuran tingkat engagement dalam sebuah organisasi. Semakin tinggi Employee Engagement, maka akan semakin efektif dan efisien suatu organisasi dalam mencapai target dan tujuan. Employee Engagement yang tinggi akan memberikan kesetiaan dan pengabdian yang sesungguhnya, semangat kerja yang tinggi, dan budaya saling menghargai dan menolong yang tulus. Sebaliknya pegawai yang memiliki engagement yang rendah akan memiliki potensi menurunnya motivasi kerja, kinerja yang rendah, banyak mengeluh, stress atau bahkan mengundurkan diri sebagai pegawai. Semakin banyak proporsi pegawai dengan engagement yang kurang atau lemah, sesungguhnya institusi atau perusahaan tersebut mengalami kerugian finansial yang nyata namun tidak disadari sebagai suatu pemborosan. Bila institusi mampu meningkatkan Employee Engagement, maka opportunity cost dapat dikurangi dan produktivitas akan semakin tinggi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah satu PTN Berbadan Hukum (PTNBH) terbaik di Indonesia dituntut untuk lebih produktif dan berdaya saing tinggi. Dengan jumlah pegawai lebih dari 2500 orang (dosen dan tenaga pendidikan) dan banyaknya unit kerja yang beragam di ITS, dapat dipastikan adanya variabilitas engagement yang perlu diukur dan dianalisa. Saat ini, pengukuran dan pemetaan Employee Engagement pada pegawai ITS belum pernah dilakukan. Sehingga sangat mungkin terjadi opportunity cost yang cukup besar yang terjadi namun belum dapat dipetakan dengan tepat. Sehingga pengukuran tingkat Employee Engagement pada setiap unit dan jenjang jabatan di ITS sangat penting dan mendesak. Fenomena kelompok pegawai yang dikategorikan sebagai generasi milenial dengan gaya dan tuntunan lingkungan kerja yang berbeda dengan dengan generasi sebelumnya, juga menjadi kebutuhan yang mendesak bagi manajemen ITS untuk mengantisipasinya. Employee Engagement yang rendah akan menimbulkan risiko burnouts pada pegawai. Penelitian ini akan mengkaji kerangka pengukuran Employee Engagement yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks perguruan tinggi, khususnya ITS. Pengukuran dengan survei Employee Engagement yang mencakup pegawai berbagai kelompok dan klasifikasi akan dilakukan untuk memberikan pemetaan yang lengkap dalam penyusunan program perbaikan. Alternatif atau scenario perbaikan pada aspek-aspek Employee Engagement yang belum baik akan disimulasikan dengan permodelan berbasis agent (agent-based modeling). Aspek interaksi individu dengan organisasi dan individu dengan pekerjaannya termasuk lingkungan kerja akan menjadi kompleksitas yang cukup tinggi dalam agent-based modeling.