2021 : Pengembangan Model Assessment Performasi Lean and Green Pada Industri Proses

Dewanti Anggrahini ST, MT

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Lean and green merupakan metode yang dikembangkan dan telah digunakan pada beberapa industri untuk meningkatkan daya saing. Metode ini mengkombinasikan konsep berpikir lean, untuk memperbaiki aktivitas operasional, mengurangi waktu produksi dan mengurangi waste; dengan green yang bertujuan mengurangi dampak terhadap sosial dan lingkungan (Singh et.al., 2020). Kerangka ini juga mendukung tercapainya sustainable development goals karena lean and green mengakomodir aspek ekonomi, sosial dan lingkungan (Verrier et.al., 2015). Menurut Singh et.al. (2020) ekonomi didukung melalui lean dengan parameter product quality, operating costs, time, dan flexibility, sedangkan sosial dan lingkungan dicapai melalui green thinking dengan parameter employee health and safety job, customer satisfaction, community satisfaction, supplier commitment and certification, dan parameter lingkungan lainnya. Untuk dapat mengetahui kondisi eksisting serta progress capaian lean and green, diperlukan sebuah pengukuran performansi yang disebut sebagai lean and green assessment. Dumane (2019) mendefinisikan lean and green assessment sebagai salah satu tools untuk mengukur indeks leanness dan greenness pada industri atau organisasi. Hasil dari pengukuran tingkat lean and green tersebut nantinya akan menjadi pertimbangan pihak perusahaan untuk melakukan perbaikan secara kontinyu. Riset telah yang banyak dikembangkan, mencakup pengembangan model dan implementasi dari pengukuran efisiensi proses dengan menggunakan lean assessment tools atau mengukur indeks ketercapaian kondisi green secara parsial. Penelitian tersebut dilakukan oleh Anggrahini (2012), Pakdil (2014), Verrier (2014), Hartini (2015), Greinacher (2015), Thankia (2016), Mittala (2017), Dumane (2019), Leong (2019), Farias (2019), Perumal (2020), Muhammad (2020). Sebagian dari penelitian ini menggunakan penilaian kualitatif, sedangkan sebagian yang lain menggunakan kuantitatif. Beberapa penelitian lain yang relevan juga telah dikembangkan, dan mayoritas menggunakan studi kasus pada industri manufaktur diskrit. Berdasarkan hasil kajian literatur, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat peluang untuk mengembangkan model penilaian lean and green. Penelitian ini mencoba mengisi gap tersebut dengan mengintegrasikan parameter lean and green, dengan menggunakan parameter kualitatif dan kuantitatif. Selain itu, penelitian ini mengambil studi kasus industri proses. Tahapan yang akan dilakukan adalah identifikasi parameter lean and green, pengembangan model pengukuran, dan validasi model pada dua studi kasus yang merupakan representatif industri manufaktur kontinyu. Diharapkan dari penelitian akan diperoleh sebuah lean and green assessment model yang nantinya dapat diterapkan untuk studi kasus yang serupa secara luas. Luaran yang akan diperoleh juga diharapkan akan dapat mendukung tercapainya sustainable development goals pada industry, innovation, and infrastructure; responsible consumption and production; serta sustainable cities and communities.