2020 : Kajian Menuju Terwujudnya Green Technology (Teknologi Hijau) Pada Bidang Penyediaan Air Perkotaan dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA) dan Metode Fault tree Analysis (FTA)

Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem Dipl.SE, M.Sc
Ir. Mas Agus Mardyanto M.E., Ph.D
Geodita Woro Bramanti S.T., M.Eng.Sc


Abstract

Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan sektor industri, berakibat pada semakin tingginya tingkat pencemaran pada air terutama pada air sungai. Air sungai merupakan air permukaan yang dimanfaatkan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) sebagai air baku, Sementara secara umum, proses pengolahan air minum yang digunakan masih secara konvensional, yang mana terdiri dari intake, sumur pengumpul, prasedimentasi, koagulasi flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Dengan proses konvensional yang dijalankan oleh PDAM selama ini masih berdampak terhadapa lingkungan. Seperti dalam proses prasedimentasi yang menghasilkan lumpur yang dibuang ke badan air atau sungai terdekat, demikian pula pada proses pengolahaan air baku menjadi air bersih yang juga menggunakan pompa, bahan kimia, listrik juga turut menyumbang terjadinya emisi gas CO2 cukup signifikan yaitu sebesar 5,1% dari total keseluruhan emisi.Hal ini,akibat proses pengolahan air menjadi air minum ini selain menyebabkan permasalahan pada badan air atau sungai juga berdampak pada kualitas udara. Dari permasalahan diatas, diperlukananalisa untuk memperoleh besaran dampaknya terhadap lingkungan dan darimana saja yang menjadi penyebabnya. Adapun metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang aplikasi Life Cycle Assessment (LCA) dengan SimaPro 9.0.0. Metode ini bermula dari analisis karakteristik dan kondisi awal pada setiapunit, pengumpulan data bahan baku, energi dan emisi yang dihasilkan. Metode Life Cycle Assessment (LCA) juga dapat digunakan untuk melaksanakan penilaian potensi dampak lingkungan dan evaluasi kinerja lingkungan dari mulai awal proses hingga produknya. Adapun tahapan pada Life Cycle Assessment (LCA) adalah :penentuan Goal and Scope, Life Cycle Inventory, Life Cycle Impact Assessment, dan terakhir Interpretasi data. Dari hasil analisis dengan metode Life Cycle Assessment (LCA) diharapkan dapat diperoleh besaran dampak lingkungan yang akan terjadi atau muncul, dan selanjutnya hasil tersebut diidentifikasi dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). Metode Fault Tree Analysis (FTA) merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menganilisis resiko dalam suatu proses sehingga dapat menemukan akar penyebab dampak sampai pada bagian paling dasar. Metode FTA ini digunakan untuk menentukan akar penyebab dampak dari hasil analisis yang diperoleh dengan menggunakan LCA. Tahapan FTA dimulai dari penentuan top event, pembuatan diagram fault tree, penentuan Consequences dan Likehood. Perhitungan probabilitas resiko, dan hasil pemetaannya disesuai dengan hasil interval pada Consequences dan Likehood. Dari hasil pemetaan atau output yang dihasilkan akan digunakan sebagai strategi perbaikan prose yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi IPAM. Kata kunci :Air Minum, Fault Tree Analysis, IPAM, Life Cycle Assessment, SimaPro9.0.0.