2018 : TINJAUAN STRUKTUR PERANCAH PIERHEAD JALAN LAYANG TERHADAP RISIKO YANG MUNGKIN TERJADI SEBAGAI BAGIAN DARI KESELAMATAN KONSTRUKSI

Ir. Mudji Irmawan M.T.
Afif Navir Refani S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Diawali pada 4 Agustus 2017 di Palembang, proyek Light Rail Transit yang dikerjakan salah satu BUMN mengalami masalah karena tiang penyangganya gagal. Bergeser ke Proyek Jembatan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, yang keruntuhannya menyebabkan 1 pekerja tewas dan 2 luka-luka. Kemudian berlanjut terus sampai ada 2 kejadian per bulannya, yaitu pada Nopember 2017, Beton Proyek Light Rail Transit Jakarta yang jatuh dan selang sehari Crane Proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo yang giliran jatuh. Rentang Desember 2017 sampai Januari 2018, total ada 3 proyek yang bermasalah dengan keruntuhan girdernya, yaitu Proyek Jembatan Ciputrapinggan, Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang, Proyek Simpang Susun Antasari Jalan Tol Depok-Antasari, yang runtuh karena tersenggol alat berat, dan robohnya girder LRT di Jakarta Timur. Kecelakaan kerja yang terjadi secara beruntun belakangan ini, berdampak pada banyak hal. Secara kesinambungan pelaksanaan tentu terganggu, yaitu molornya penyelesaian diakibatkan oleh moratorium untuk menghentikan sementara dan mengevaluasi semua proyek konstruksi. Tingkat kepercayaan public akan keamanan konstruksi menurun. Bahkan perekonomian juga ikut terdampak, jika ditinjau dari pergerakan nilai saham emiten beberapa perusahaan BUMN terkait konstruksi yang cenderung menurun. Dalam ranah dunia konstruksi juga menjadi pekerjaan rumah, apakah kesalahan-kesalahan tersebut terjadi karena salah desain, salah aplikasi, salah control, dan lain sebagainya. Di sini, penulis menginvestigasi salah satu elemen pendukung konstruksi, yaitu struktur perancah yang digunakan dalam proses pengerjaan konstruksi. Khususnya pada Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Proyek ini akan berdampingan dengan proyek-proyek jalan layang lain yang melintas di ruas-ruas jalan ibukota. Kesemua kepentingan yang saling tumpang tindih tersebut diharapkan tidak saling mengganggu atau diperbolehkan dengan minimal gangguan pada lalu lintas eksisting. Maka ada beberapa teknik yang digunakan dalam meminimalisir gangguan, yaitu dengan penggunaan girder launcher dan teknik perancah tertentu. Investigasi penelitian ini mengerucut hanya pada teknik perancah yang digunakan. Hasil yang diharapkan adalah dapat diketahui kelayakan sistem struktur dari segi kualitas material dan performa sistem berdasarkan serangkaian analisis dan pemodelan sistem struktur perancah, khususnya untuk pierhead.