2020 : KAJIAN ANALISIS RISIKO INVESTASI UNTUK PENYUSUNAN KELAYAKAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DI KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem Dipl.SE, M.Sc
Ir. Atiek Moesriati M.Kes.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kondisi pelayanan air minum di Kabupaten Gresik berdasarkan Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (DPUTR) pada tahun 2018 adalah 48,15% baik perusahaan daerah air minum (PDAM) dan himpunan penduduk pemakai air minum (HIPPAM). Kecamatan Manyar sampai saat ini dilayani oleh HIPPAM dengan sumber air baku berupa berupa air tanah dalam yang diambil dengan menggunkan pompa atau yang lebih dikenal dengan sumur bor. Namun, air yang digunakan sebagian besar juga masih payau dan secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas masih belum memenuhi. Pada tahun 2019 dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendung Gerak Sembayat dengan kapasitas 1.000 lps untuk melayani Kawasan industry dan permukiman di Kecamatan Manyar dan Gresik. Sungai Bengawan Solo merupakan air baku dari IPA tersebut. Pada musim kemarau kuantitasnya menurun sedangkan kebutuhan air minum dari tahun ke tahun semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain untuk memenuhi air minum dengan memanfaatkan air payau atau air laut menggunakan teknologi unit reverse osmosis (RO) pada kawasan Gresik Utara khususnya Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Sebagaimana yang terdapat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 38 Tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, bahwa setiap badan usaha dapat membuat kerjasama dengan pemerintah yang selanjutnya disebut Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur air minum. Namun, sebelum penandatangan kesepakatan KPBU di perlukan adanya prastudi kelayakan yaitu kajian hukum dan kelembagaan, kajian teknis, kajian lingkungan, kajian ekonomi dan finansial, kajian sosial, kajian bentuk kerjasama dalam penyediaan infastruktur, dan kajian kebutuhan dukungan pemerintah dan/atau jaminan pemerintah. Setiap kajian tersebut memiliki resiko yang perlu dianalisis untuk memperkecil kegagalan investasi yang mungkin akan terjadi. Oleh karena itu, disusunlah Kajian Analisis Risiko Investasi dengan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Metode FMEA merupakan salah satu metode manajemen resiko untuk identifikasi potensi penyebab kegagalan beserta dampak dan akar permasalahanya. Meteode ini dipilih karena lebih feasible dan efektif untuk perbaikan operasional dan mampu menganalisis risiko dalam skala besar serta kompleks jika dibandingkan dengan metode manajemen risiko lainnya.