2020 : KARAKTERISASI POTENSI ANTIBIOTIK DAN ANALISIS BIOAKTIVITAS DARI BAKTERI ISOLAT KAWAH LUMPUR SIDOARJO

Adi Setyo Purnomo S.Si., M.Sc., Ph.D
Herdayanto Sulistyo Putro S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Bencana lumpur Lapindo menyemburkan lebih dari 40.000 m3 lumpur tiap harinya dan telah menggenangi 4 desa di daerah Sidoarjo. Selain luapan lumpur bencana ini juga mengeluarkan gas hidrogen Sulfida yang beracun. Luapan lumpur ini mengandung berbagai unsur logam seperti Cu, Pb, Zn, Mn, Fe, Cd, As, Sb, Au, Ag, Hg, dan Se serta memiliki pH antara 8-9. Kondisi tersebut membuat kawasan luapan lumpur lapindo menjadi lingkungan ekstrim dan memungkinkan menjadi habitat mikroorganisme ekstremofilik. Mikroorganisme ekstremofilik merupakan organisme kecil yang dapat hidup dalam kondisi ekstrim seperti suhu ekstrim, pH asam, pH basa, salinitas tinggi, paparan radiasi, dan tekanan tinggi. Pada penelitian sebelumnya telah ditemukan adanya bakteri Pasteurella multocida (menghambat pertumbuhan P. oryzae), Streptomyces (memproduksi antijamur, antivirus, antitumor, anti-hypertensives, immunosuppresants dan khususnya antibiotik), dan bakteri lain yang dapat dimanfaatkan sebagai agen bioremediasi timbal (Pb), dan Cr(VI). Mikroorganisme ektremofilik memiliki kemungkinan besar dapat menghasilkan antibiotik. Antibiotik merupakan zat yang dapat menekan atau menghentikan pertumbuhan mikroorganisme lain dan dapat dihasilkan oleh metabolit sekunder dari mikroorganisme ekstremofilik. Mikroorganisme ekstremofilik yang dapat menghasilkan zat antibiotik adalah dari golongan Actinomycetes. Potensi ditemukannya mikroorganisme Actinomycetes sangat besar namun penelitian zat antibiotik dari kondisi ekstrim belum gencar dilakukan. Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan isolasi pada sampel lumpur Lapindo dengan tujuan menemukan isolat murni Actinomycetes penghasil zat antibiotik, mengetahui morfologi isolat murni Actinomycetes, mengetahui potensi bioaktivitas dari mikroorganisme tersebut serta senyawa yang dihasilkan menggunakan metode HPLC (High Pressure Liquid Chromatography), LC-MS (Liquid Chromatography - Mass Spectroscopy), GC-MS (Gas Chromatography – Mass Spectroscopy), dan FTIR (Fourier Tranformation InfraRed), dan mengetahui spesies dengan identifikasi DNA isolat murni Actinomycetes menggunakan metode PCR. Pada penelitian ini akan dilakukan isolasi dan karakterisasi Actinomycetes yang telah didapat menggunakan antibakteri dan antijamur, kemudian dilakukan uji bioaktivitas dengan metode disc diffusion, serta uji biokimia di antaranya secara morfologi dan fisiologi. Uji morfologi dengan mengamati kultur isolat berdasarkan warna, bentuk, elevasi, permukaan, ukuran, dan tepi. Selain itu, sampel juga akan diuji kemampuan bioaktivitas senyawa metabolit sekundernya. Identifikasi dan karakterisasi senyawa antibiotik dari metabolit sekunder yang terbentuk. Isolat murni Actinomycetes diidentifikasi DNA menggunakan PCR sehingga dapat diketahui spesies dan jenisnya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan adanya senyawa antibiotik baru dari mikroba ekstrim yang berhasil diisolasi dari lumpur Lapindo. Target luaran dari penelitian ini adalah dihasilkan publikasi jurnal internasional Frontiers in Microbiology (Q1). Selain itu, hasil penelitian akan dipresentasikan di seminar internasional kimia, yaitu ISoC 2020 (International Seminar on Chemistry) atau seminar internasional yang lainnya.