2020 : Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kota Surabaya melalui Rancang Bangun Aplikasi Penilaian Resiko Bencana Banjir

Nani Kurniati ST.
Endah Rokhmati Merdika Putri S.Si.M.Si., Ph.D
Cahyono Bintang Nurcahyo S.T., M.T.
Vely Kukinul Siswanto ST, MT


Abstract

Banjir adalah bencana yang cukup sering terjadi di Kota Surabaya dibandingkan bencana lain seperti kebakaran dan angin puting beliung. Banjir yang terjadi bisa diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, kondisi tanah yang rendah, dan luapan air sungai. Surabaya termasuk daerah yang mengalami curah hujan tinggi yaitu sekitar 141 mm rata-rata per tahun. Bencana banjir yang sering terjadi di Surabaya antara lain di daerah Kecamatan Wiyung, Pakal, dan Benowo, dimana cukup besar menimbulkan kerusakan dan kerugian. Nilai ekonomi kerusakan dan kerugian tersebut ditaksir cukup besar meskipun belum ada proses penilaian yang jelas terhadap nilai ekonomi kerusakan dan kerugian tersebut oleh Pemerintah Kota. Kerugian yang diderita oleh masyarakat, misalnya dikarenakan kerusakan properti dan kehilangan kesempatan usaha belum terekam dengan baik. Kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut tentu saja menurunkan tingkat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Selama ini untuk mempertahankan dan memulihkan tingkat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Surabaya berupa bantuan dari Pemerintah Kota yang dianggarkan di APBD. Untuk memberikan alternatif peningkatan kapasitas masyarakat Kota Surabaya dalam menghadapi bencana banjir berupa alternatif pembiayaan yang tidak bersumber dari APBD, maka penelitian ini mengajukan rancang bangun penilaian ekonomi kerusakan dan kerugian bencana banjir di Kota Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini secara umum bertujuan untuk melakukan penilaian ekonomi dari kerusakan dan kerugian bencana dan menyusun suatu skema pendanaan pendamping proses pemulihan bencana banjir dalam bentuk asuransi bencana, dengan studi kasus Kota Surabaya. Penilaian ekonomi kerusakan dan kerugian bencana diperlukan untuk menyusun suatu skema pendanaan bencana seperti asuransi bencana. Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat Kota Surabaya dalam menghadapi bencana, baik pra-bencana dan pasca bencana, secara ekonomi dan keuangan. Selain itu skema pendanaan tersebut akan memberikan alternatif pembiayaan penanganan dan pemulihan bencana yang selama ini dilakukan Pemerintah dengan menggunakan APBN. Aplikasi web atau mobile akan dirancang dan dibangun untuk mempermudah masyarakat Kota Surabaya dan Pemerintah dalam proses pemantauan nilai kerusakan dan kerugian bencana serta nilai skema asuransi yang sesuai. Penelitian akan dilakukan selama dua tahun dengan rincian mendapatkan penilaian ekonomi dari kerusakan dan kerugian bencana banjir di Surabaya pada tahun pertama dan membangun skema pendanaan pendamping untuk penanganan bencana dan pemulihan pasca bencana berupa asuransi bencana pada tahun kedua. Pada tahun pertama langkah-langkah yang dilakukan meliputi survey dan pengumpulan data kerusakan dan kerugian banjir di Kota Surabaya, curah hujan di Kota Surabaya, luas permukaan saluran air di Kota Surabaya; metode yang digunakan adalah metode DaLa untuk mendapatkan nilai ekonomi kerusakan dan kerugian bencana banjir di Kota Surabaya. Selanjutnya akan dihitung indeks kerugian bencana banjir di Kota Surabaya menggunakan rumusan dasar hidrologi berdasarkan data curah hujan dan luas permukaan saluran air. Model matematika dari indeks kerugian bencana banjir dibentuk menggunakan persamaan diferensial stokastik Geometric Brownian Motion dengan proses jump-difussion. Selanjutnya akan dibangun prototipe aplikasi web atau mobile penilaian ekonomi kerusakan dan kerugian bencana banjir yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya sebagai bagian dari usaha meningkatkan kapasitas masyarakat Kota Surabaya dalam menghadapi bencana banjir. Pada tahun kedua, model matematika indeks kerugian bencana banjir Surabaya yang telah didapatkan, akan digunakan sebagai dasar model resiko bencana untuk menyusun suatu skema kontrak asuransi bencana banjir di Kota Surabaya. Asuransi bencana banjir ini merupakan skema alternatif pembiayaan penanganan dan pemulihan bencana banjir dengan menyertakan masyarakat. Dengan skema asuransi bencana banjir tersebut diharapkan kapasitas ekonomi masyarakat Kota Surabaya akan meningkat. selain itu Pemerintah Kota juga mendapatkan alternatif pembiayaan penanganan dan pemulihan pasca banjir yang tidak berasal dari APBD. Selanjutnya prototipe aplikasi web atau mobile penghtungan premi asuransi bencana banjir akan dibangun agar hasil penelitian ini dapat digunakan oleh masyarakat dan PEmerintah Kota Surabaya. Luaran yang ditargetkan terbagi menjadi dua yaitu pada tahun pertama dan tahun kedua. Pada tahun pertama luaran yang diharapkan adalah prototipe aplikasi web atau mobile penilaian ekonomi kerusakan dan kerugian bencana banjir di Kota Surabaya dan publikasi paper di jurnal internasional terindeks Scopus Q2 Geneva Papers on Risk and Insurance: Issues and Practice. Pada tahun kedua, target luaran adalah prototipe aplikasi web atau mobile penghitungan premi asuransi bencana banjir di Kota Surabaya dan publikasi paper di jurnal internasional terindeks Scopus Q2. Kata kunci : loss assesment, flood, insurance, jump-diffusion, disaster