2020 : OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI TEPUNG AREN UNTUK PEMBUATAN BIOPLASTIC PLA DEMI MEWUJUDKAN ZERO WASTE INDUSTRY

Prof.Ir. Ali Altway M.Sc
Prof. Dr. Ir. Tri Widjaja M.Eng.
Siti Nurkhamidah S.T., M.S, Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Untuk menekan angka peningkatan sampah plastik, Indonesia sendiri telah mengeluarkan kebijakan penggunaan kantong plastik dengan cara mengenakan biaya bagi pengguna, dengan menggandeng World Economic Forum (WEF) untuk bekerjasama menggalakan program “Indonesia Bebas Plastik� Selain upaya di atas, yaitu plastik berbayar, perlu dicari solusi lain untuk menekan limbah plastik konvensional. Sehingga, perlu dicari alternatif bahan baku plastik selain dari bahan bakar fosil yang sifatnya biodegradable sehingga ramah terhadap lingkungan. Selama ini, telah ada beberapa jenis plastik yang bersifat biodegradable, yaitu golongan polyester, seperti: Polylactic acid (PLA). Plastik PLA telah lama digunakan untuk packaging tetapi penggunaannya terbatas karena harganya yang relatif lebih mahal dibanding jenis plastik lainnya. Hal ini dikarenakan PLA terbuat dari bahan alam, yaitu jagung. Akan tetapi, jagung merupakan komoditas pangan. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif bahan baku selain jagung yang bisa digunakan untuk menghasilkan PLA. Salah satu bahan baku yang bisa digunakan untuk membuat PLA adalah limbah pati aren. Selama ini, limbah pati aren hanya dibuang begitu saja, sedangkan didalamnya masih ada kandungan selulosa. Sebagaimana diketahui bahwa PLA dibuat dari polimerisasi asam laktat. Limbah pati aren dapat dirubah menjadi asam laktat dengan proses fermentasi glukosa menjadi asam laktat dengan bantuan mikroorganisme. Akan tetapi, perlu dilakukan proses pretreatment mulai dari limbah pati aren hingga menjadi glukosa. Secara umum, tahapan proses pembuatan PLA dari limbah pati aren adalah sebagai berikut: (1) Tahap pretreatment untuk menghilangkan kandungan lignin. Proses pretreatment dilakukan untuk mendegradasi kandungin lingin yang ada dengan proses pretreatment secara mekanik dan kimiawi menggunakan asam-organosolv. Pretreatment asam menggunakan H2SO4 dan dilanjutkan dengan pretreatment menggunakan etanol. (2) Tahap hidrolisa dimana pada proses hidrolisa enzimatik untuk mengubah kandungan selulosa dalam limbah aren menjadi glukosa sebagai bahan baku gula reduksi dengan menggunakan enzim selulase dan selubiose. (3) Tahap fermentasi glukosa menjadi asam laktat dengan bantuan bakteri L. rhamnosus dan L. brevis untuk mengubah hasil gula reduksi menjadi asam laktat, dan (4) Tahap polimerisasi, yaitu dengan polimerisasi kondensasi.