2020 : INOVASI PENINGKATAN PRODUKSI BIOHIDROGEN DENGAN TEKNOLOGI HIJAU TERINTEGRASI: SONIKASI, AIR SUBKRITIS, ENZIMATIS DAN FERMENTASI

Prof.Dr.Ir. Arief Widjaja M.Eng.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis, sumber energi terbarukan menjadi kebutuhan mendesak untuk menggantikan bahan bakar fosil secara bertahap. Gas hidrogen dari biomassa (biohidrogen) dinilai sebagai energi ramah lingkungan masa depan yang memiliki kandungan energi yang tinggi. Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk produksi biohidrogen adalah air subkritis. Saat ini tengah gencar tentang beberapa upaya pengembangan untuk menghasilkan biohidrogen yang tinggi. salah satu pengembangan yang belum pernah dilakukan dan dilaporkan sebelumnya ialah penambahan ultrasonik pada air subkritis yang dilanjutkan dengan hidrolisis enzimatis dan fermentasi yang berpotensi meningkatkan yield biohidrogen. Dalam usulan penelitian ini, peningkatan efisiensi konversi sabut kelapa melalui proses air subkritis dengan ultrasonik akan diinvestigasi secara menyeluruh. Performa penambahan aditif tersebut juga akan dievaluasi pada proses lanjutan, yaitu fermentasi, untuk menghasilkan biohidrogen. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yang akan dilaksanakan selama 2 tahun. Tahap 1 bertujuan untuk mendapatkan jenis, loading dan kondisi operasi pada proses air subkritis dengan ultrasonik yang memberikan produksi gula tertinggi. Variabel yang diamati meliputi suhu, tekanan dan waktu proses air subkritis dan waktu ultrasonik. Sedangkan tahap 2 bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan aditif pada proses enzimatis dan fermentasi guna memperoleh biohidrogen yang tinggi. Variabel yang akan diamati mencakup solid loading fermentasi (w/v), jenis bakteri, metode dan kondisi operasi fermentasi. Dengan penelitian ini diharapkan proses produksi biohidrogen secara komersil menjadi layak dilakukan sebagai alternatif energi baru terbarukan pengganti bahan bakar fosil. Dengan penelitian ini diharapkan proses produksi Biohidrogen menjadi layak dilakukan sebagai alternatif energi baru terbarukan pengganti bahan bakar fosil.