2020 : Pengembangan Sistem Rehabilitasi Upper Limb dengan External Power untuk Pasien Pasca Stroke

Achmad Arifin S.T.M.Eng.,Ph.D

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penyakit stroke termasuk salah satu jenis penyakit cardiovascular, dimana penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada aliran darah ke seluruh tubuh, salah satunya ke otak sehingga sistem kendali tubuh terganggu yang menyebabkan penderita mengalami penurunan pada sistem mototrik. Stroke merupakan penyakit dengan jumlah penderita yang cukup tinggi, setidaknya 13 juta orang di dunia pernah mengalami stroke dan hampir 9 juta orang yang selamat dari stroke biasanya menghadapi disfungsi motorik yang signifikan, dengan jenis dan tingkat disfungsi bergantung pada lokasi dan luasnya kerusakan otak. Pederita yang mengalami disfungsi motorik dianjurkan untuk menjalankan rehabilitasi guna mengembalikan fungsi motorik. Proses rehabilitasi dilakukan dengan melatih anggota tubuh yang terdampak stroke untuk dapat bergerak normal. Hampir 9 juta orang yang selamat dari stroke biasanya menghadapi disfungsi motorik yang signifikan, dengan jenis dan tingkat disfungsi bergantung pada lokasi dan luasnya kerusakan otak. Penderita yang selamat dari stroke akan menjalankan proses rehabilitasi untuk mengembalikan kemampuan mototriknya. Dalam rehabilitasi stroke, melatih sensorimotor menggunakan latihan terapi intensif yang berkelanjutan telah terbukti sangat mempengaruhi pemulihan. Rehabilitasi pasca stroke melibatkan tenaga ahli untuk membantu melakukan gerakan dan latihan fisik yang bersifat repetitive. Megingat jumlah terapis yang terbatas dan persebaran tidak merata maka diperlukan alat bantu untuk melakukan rehabilitasi pasca stroke dengan pedoman yang sama seperti yang dilakukan oleh terapis. Alat bantu yang sudah ada saat ini adalah robot rehabilitasi yang dapat memberikan umpan balik yang sesuai oleh kebutuhan pasien. Namun robot rehabilitasi yang ada kurang memperhatikan aspek wearable sehingga pada penelitian ini dibuat sebuah eksoskeleton yang dapat membantu penderita pasca stroke melakukan proses rehabilitasi. Eksoskeleton yang dibuat akan dilengkapi oleh stimulus elektrik guna mengurangi kekakuan atau spastisitas, system kontrol fuzzy yang mengurangi adanya fatigue atau kelelahan otot setelah diberi stimulus elektrik, dan system umpan balik kekuatan menggunakan sensor taktil untuk mengevaluasi distribusi kekuatan pada ujung jari pasien selama melakukan pegangan